Jumat dalam Pekan Paskah VII, 2 Juni 2017

Kis 25: 13-21 + Mzm 103 + Yoh 21: 15-19

 

 

 

Lectio

Suatu hari sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."  Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."  Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

 

 

Meditatio

Sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: apakah engkau mengasihi Aku?. Walau tak dapat disangkal ada perbedaan tekanan dan nuansa penggunaan kata mengasihi. Penggunaan tekanan kata yang kiranya berbeda seperti: aku cinta, aku senang, aku perhatian kepada kamu. Demikian juga dengan kata-kata kawanan domba. Namun kiranya, Yesus pasti mempunyai maksud tertentu. Yesus sepertinya ingin memurnikan emosi jiwa Petrus yang selalu meledak-ledak itu. 'Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau', sahut Petrus dengan jawaban yang sama pula. Dia memang benar-benar mengasihi sang Guru yang mengasihi dirinya. 'Gembalakanlah domba-domba-Ku'. Itulah permintaan Yesus. Petrus diminta untuk benar-benar berani dan merelakan diri untuk menggembalakan kawanan domba yang diberikan kepadanya. Petrus diminta untuk melakukan kepercayaan yang diberikan Yesus kepadanya. Petrus diminta menjadi orang yang sungguh-sungguh bertanggungjawab.

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki'. Penegasan Yesus ini benar-benar menantang setiap orang secara suacreal dengan kebesaran jiwa melayani dan melayani, memberi dan memberi. Sekaligus bila memang waktunya seseorang harus beristirahat karena tugas selesai ataupun usia jiwa memintanya, seseorang harus berani merelakan orang lain untuk menggantikannya. Ketiada ikatan dengan aneka tugas yang memang sudah bukan tugas dan tanggungjawab kita memang membuat kita pun dapat menenteramkan hati budi dalam menikmati istirahat, sekaligus menyerahkan kepada orang lain yang memang lebih mampu dan pandai dalam bidangnya.  Hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Memuliakan Allah memang berarti seseorang melakukan kehendak Allah; dan tidak untuk mencari kepuasan dan kemenangan diri sendiri. Melayani dan mengasihi Kristus Tuhan benar-benar seseorang melakukan kasih yang memberikan nyawa bagi sahabat-sahabatnya.

Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: 'ikutlah Aku'. Dan sungguh memang Petrus benar-benar menjadi seorang pemberani dalam mewartakan Injil Allah. Dia tidak gentar terhadap siapapun dalam memberi kesaksian tentang Kristus (Kis 25: 13-21).

 

 

Oratio

Ya Yesus, bantulah kami agar dapat melakukan tugas-tugas yang Engkau percayakan dengan sepenuh hati, demi kemuliaan namaMu, bukan untuk kepentingan diri sendiri. Amin

 

 

Contemplatio

'Gembalakanlah domba-domba-Ku'.

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012