Kel 34: 4-9  +  2Kor 13: 11-13  +  Yoh 3: 16-18

 

 

 

Lectio

Dalam percakapanNya dengan Nikodemus,Yesus berkata: 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah'.

 

 

Meditatio

'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini', tegas Yesus dalam pengajaranNya kepada Nikodemus, 'sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'. Titik tolaknya adalah kasih Allah, dan bukannya kasih manusia. Kasih Allah yang hendak menyempurnakan kasih manusia. Dia mengaruniakan AnakNya yang tunggal,  yang tidak lain dan tidak bukan adalah diriNya sendiri, yang hadir dalam sabdaNya. SabdaNya itulah yang menjadi manusia; Dia dilahirkan dan bukan dijadikan, yang semuanya itu dikerjakanNya melalui santa Perawan Maria, yang mengamini sabda dan kehendakNya. Semuanya dikerjakan hanya demi keselamatan umat manusia dengan beroleh kehidupan kekal. Maka Dia Yesus terus mengundang dan mengundang setiap orang untuk percaya kepadaNya guna beroleh keselamatan. Sekali lagi, Yesus menegaskan: 'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'. Mengapa Yesus tidak langsung mengatakan bahwa Allah mengutus Aku, malah dengan tetap setia menggunakan kata ganti orang ketiga? Sekali lagi Yesus tidak mau langsung menyebut bahwa diriNyalah yang diutus oleh Bapa. Bukanlah Yesus akhirnya juga akan mengatakan bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku ada dalam Bapa?  Inilah misteri yang sulit juga kita pahami.

'Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah'. Yesus mengundang setiap orang untuk percaya kepadaNya yang diutus oleh Bapa. Sekali lagi dalam kesempatan ini Yesus tidak berkata percayalah kepadaKu, melainkan percayalah kepada Dia.

Lalu bagaimana kita semakin dapat memahami misteri Tritunggal Mahakudus dengan Injil hari ini? Injil hari ini tidak berbicara tetang Tritunggal Mahakudus. Injil hari ini hanya menegaskan bahwa hanya karena begitu besar kasihNya Allah menyelamatkan kita. Dia mengasihi kita bukan karena jasa kebaikan umatNya, melainkan semata-mata hanya karena kasihNya. Ia menyejarah dengan menjadi manusia, dan terus menyertai umatNya dalam kehadiranNya dalam wujud RohNya yang kudus. Maka tepatlah apa yang dikatakan Paulus dalam suratnya yang kedua kepada umat di Korintus, agar kita berusaha hidup dengan sempurna, sehati sepikir dan hidup dalam damai, sebab hanya dengan demikianlah kita akan merasakan kasih Allah (2Kor 13: 11-13). Hanya dengan hidup seperti inilah kita membiarkan Roh Kristus tinggal dalam diri kita. Hal yang sama pun sebenarnya sudah didambakan oleh umat Israel, pilihan Allah, sebab memang Dia itu Pengasih dan Penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setiaNya (Kej 34: 5-6).

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk semakin semakin memahami misteri Tritunggal Mahakudus dengan hidup dalam kasih dan damai. Kami tidak ingin hanya berbicara tentang Engkau, kami malah ingin menikmati kehadiranMu sendiri yang menyelamatkan itu. Amin. 

 

 

Contemplatio

'Allah datang ke dunia hendak menyalamatkan kita manusia'.






Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012