Rabu Pekan Biasa XI, 21 Juni 2017

2Kor 9: 6-11  +  Mzm 112  +   Mat 6: 1-6.16-18

 

 

Lectio

Pada waktu bersabdalah Yesus: 'ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.  Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'.

 

 

Meditatio

'Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga', tegas Yesus kepada para muridNya. Bukankah memang kewajiban agama itu untuk pengudusan diri? Bukankah Tuhan Allah yang menguduskan, yakni Dia Bapa di surga? Kalau hanya ingin dilihat dan diakui oleh orang-orang sekitar kita berarti segala yang kita lakukan  hanya untuk keamanan dan kenyamanan diri saja. Benarlah kalau semuanya itu tidak akan mendatangkan rahmat dan berkat dari Tuhan

'Jika engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'. Penyataan Yesus hendak mengingatkan kita, orang-orang yang baik dengan menjadi penderma dan suka memberi. Kalau memang kita mau memberi, ya baiklah kita berikan dengan tulus ikhlas, tanpa harus dilihat dan dipandang orang. Kita diminta menjadi orang-orang yang dengan rela hati memberi dan memberi. Kita bahkan lupa kalau pernah memberi seseorang, karena tangan kiri kita saja tidak tahu apa yang dilakukan tangan kanan.

'Camkanlah ini, tegas Paulus, orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.  Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita'. Semuanya bisa terjadi hanya kalau mempersembahkan segala yang kita lakukan  itu untuk Tuhan Allah sang Empunya kehidupan, sebab memang 'Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan' (2Kor 9).

'Apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'. Kepada siapa memang kita harus melambungkan doa-doa? Kalau memang berdoa hanya untuk dilihat orang,  tidak ada maknanya doa-doa kita. Apa juga yang kita cari dalam berdoa? Yesus saja sudah mengingatkan, agar kita terlebih dahulu mencari KerajaanNya, apalagi kalau berdoa hanya ingin dilihat orang. Sangat tidak menguntungkan kalau sebutan pendoa hanya kita dapat dari orang-orang yang ada di sekitar kita, padahal doa-doa kita seringkali tidak berkenan kepadaNya.

'Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'. Berpuasa juga memang tentunya kita tujukan kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Berpuasa bukan soal tidak makan dan tidak minum; berpuasa lebih pada pengendalian diri terhadap aneka kecenderungan insani yang memang menghambat diri kita sampai kepada Allah. Berpuasa amat-amat individual, kalau pun kita pamerkan kepada orang lain sebenarnya tidak ada pengaruhnya terhadap makna puasa itu sendiri.

Sungguh benarlah memang, 'jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga'. Kita semua cari apa?

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu memberi dengan tulus hati, tanpa memilih kepada siapa kami harus memberi dan juga tidak untuk mendapatkan pujian dan penghormatan dari orang lain. Tetapi sungguh kami sadari, bahwa apa yang kami miliki adalah anugerahMu yang juga patut dinikmati sesama kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012