Rabu Pekan Biasa XII, 28 Juni 2017

Kej 15: 1-18  +  Mzm 105  +  Mat 7: 15-20

  

Lectio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus: 'waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka'.

 

Meditatio

'Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas', tegas Yesus kepada para muridNya. Kiranya terhadap mereka perlu kewaspadaan yang super hati-hati, sebab mereka adalah serigala berbulu domba. Pasti mereka berbuat jahat. Namun bagaimana kita mengenal mereka?  'Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka', tegas Yesus.

'Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka'. Namun apakah kita harus menunggu dan menunggu hasilnya baru bertindak atau mengambil keputusan? Bukankah nasi sudah menjadi bubur? Adakah sikap lain yang perlu kita lakukan? Memana kita perlu mengadakan pembedaan roh dalam segala kegiatan kita, yakni dengan mempertajam hati kita unutu memandang aneka peristiwa dalam kehidupan ini. Kiranya hanya dalam komunikasi seorang pribadi, kuasa Roh Kudus akan meneguhkan dia dalam bersikap dan bertindak bijak dan peka terhadap aneka situasi kehidupan. Pembedaan Roh adalah sebuah sikap yang tidak mengandalkan kekuatan insani diri, melainkan dalam komunikasi intensif dengan sang Empunya kehidupan ini.

Dalam keberagaman hidup bersama memang Allah secara sengaja membiarkan setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Di sinilah kesempatan setiap orang untuk menunjukkan kasih karunia yang telah dilimpahkan kepada umatNya. Setiap orang yang telah mendapatkan kasih karuniaNya diminta untuk menunjukkan diri sebagai saluran berkat bagi sesama. Dalam tugas-tugas khusus secara sengaja Allah meminta mereka untuk mengemban tugas-tugas itu bagaikan seekor domba yang turun di tengah-tengah kawanan serigala (Mat 10). Allah membiarkan segala sesuatu sebagaimana mestinya agar setiap orang yang dikasihiNya mampu menunjukkan pengenalan mereka akan kasih.

Memang tak dapat disangkal, kita orang seringkali menginginkan segala sesuatu terjadi dengan cepat dan selesai. Mungkinkah kita melatih diri dalam pembedaan roh? Pembedaan roh sendiri memang adalah salah satu wujud konkrit seseorang menghayati imannya; yang pada akhirnya semuanya itu menuntut kesetiaan iman, sebagaimana dihayati oleh Abram dalam menantikan keturunan yang akan diberikan oleh Tuhan Allah sendiri (Kej 15).

 

Oratio

Yesus Kristus, ajarilah kami untuk peka dan bijak dalam membedakan mana yang baik dalam dunia pergaulan sekarang ini. Begitu banyak hal-hal yang bisa menjerumuskan kami ke dalam dosa. Dampingilah kami ya Yesus, agar kami tetap teguh di jalan yang Engkau kehendaki. Amin

 

Contemplatio

'Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas',

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening