Sabtu dalam Pekan Biasa IX, 10 Juni 2017


Tb 12: 5-17  +  Mzm  +  Mrk 12: 38-44

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: 'hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat. Sebab mereka suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. Mereka  itu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, dan menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang.  Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat'.

Pada saat itu juga Yesus lalu duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.  Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

 

 

Meditatio

Pada suatu kali dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: 'Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat'. Mengapa harus hati-hati terhadap para ahli Taurat? Bukankah mereka itu para ahli kitab? Bukankah mereka itu juga duduk di kursi Musa, yang harus dihormati? Benar! Mereka para pendengar harus berani mengambil jarak terhadap mereka, karena mereka itu, pertama 'suka berjalan-jalan memakai jubah panjang, kedua suka menerima penghormatan di pasar, ketiga suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, dan menelan rumah janda-janda, dengan mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang'. Itulah alasan mengapa mereka harus menjauhi para ahli Taurat. Mereka itu ternyata munafik, dan hanya mencari keuntungan diri sendiri. 'Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat'. Hukuman apa yang hendak mereka terima kira-kira? Bukankah mereka melawan hukum cinta kasih? Pengajaran para ahli Taurat memang harus didengarkan, bahkan harus dilakukan, tetapi hendaknya tidak mengikuti perbuatan mereka yang benar-benar munafik dan malah mencelakakan orang lain.

Kaum ahli Taurat ini benar-benar berbeda  dengan janda miskin sebagaimana ditegaskan Yesus sendiri: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan'. Dia adalah salah seorang yang termasuk disengsarakan kaum ahli Taurat, tetapi dia dengan setia dan berani memasukkan dana dalam peti persembahan.  Yesus berkata begitu, karena ketika duduk menghadapi kotak persembahan, Ia memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar, sedangkan seorang janda yang miskin memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Berapa banyak orang yang kira-kira sempat dilihat dan diamati Yesus? Ada duapuluh lima orang?

Yesus memuji perempuan janda miskin itu dan menegaskan, bahwa janda miskin itulah yang memberikan terbanyak dari orang-orang lainnya, karena 'mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya'. Secara kuantitas mungkin yang kaya memberi banyak, tetapi mereka memberi dari kelebihannya. Mereka memberi, tetapi masih ada sisa kekayaan yang dimilikinya; tetapi tidaklah demikian dengan janda miskin itu. Perempuan itu berani memberi dan memberi, apakah karena dia memperhitungkan bahwa  mungkin masih ada yang lebih miskin daripada dirinya sendiri? Tak dapat disangkal, dia adalah seorang yang murah hati dan mempunyai tanggungjawab social yang tinggi.

Apakah perempuan janda itu tidak memperhitungkan hidupnya nanti dengan tanpa uang? Itulah iman! Imanlah yang membedakan antara janda miskin ini dengan para ahli Taurat. Jabatan dan harta benda memang tidak membuat seseorang menjadi orang yang murah hati.  Murah hati adalah panggilan hidup. Semakin banyak seseorang mendapatkan anugerah, semakin banyaklah seharusnya dia memberi.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, anugerahilah kami hati yang berbelas kasih seperti hatiMu, yang berani mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri. Bahwa kekayaan dunia bukanlah tujuan akhir hidup kami, tetapi bagaimana kami bisa menggunakan segala anugerahMu itu demi kemuliaan namaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya'. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening