Sabtu dalam Pekan Biasa XII, 1 Juli 2017

Kej 18: 1-15  +  Mzm   +  Mat 8: 5-17

 

Lectio

Pada suatu kali ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi." Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

 

Meditatio

Pada suatu kali ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: 'Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita'. Hebat kali perwira satu ini. Dia pasti bukan orang Yahudi, melainkan pasti orang Romawi. Seorang penjajah bangsa Yahudi, tetapi dia berani datang kepada seorang jajahannya dan dia percaya kepada Orang Nazaret ini. Perwira satu ini orang hebat, karena dia memperhatikan orang kecil. Dia menaruh perhatian kepada hambanya yang sakit, dan dia merasakan bahwa hambanya ini sedang menderita. Apakah hamba yang sakit ini bekerja dengan baik, sehingga sang majikannya begitu menaruh perhatian? Yesus berkata kepadanya: 'Aku akan datang menyembuhkannya'. Jawaban yang begitu mengambang, karena penyampaiannya hanya sebatas pemberitahuan, mendapatkan perhatian. Sekecil apapun kepercayaan dan permohonan kepada Tuhan Allah memang selalu mendapatkan perhatian yang penuh belaskasih. Ingat orang kusta kemarin, Bartimeus si pengemis buta, perempuan Feronesia, dan Zakheus orang yang mapan itu. Yesus mau mengunjungi orang-orang yang dipinggirkan oleh kaum Yahudi

'Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh, sahut perwira Roma itu. Rendah hati kali orang satu ini. Dia merasa tidak layak menerima Yesus. Dia tahu dan sadar bahwa Orang Nazaret ini adalah bukan sembarangan Orang. Dia Orang luhur dan mulia. Perwira ini benar-benar merasakan senasib dengan hambanya yang sedang menderita. Perwira ini sadar kata-kata Orang Nazaret ini amat sakti dan dapat dipercaya, maka katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.  'Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya', katanya dengan jujur. Sekali lagi perwira ini adalah seorang yang baik hati, rendah hati dan merasakan penderitaan orang lain, lagi pula jujur.

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia. Yesus dibuatnya heran oleh perwira satu ini. Bukan perwira yang heran terhadap Yesus, melainkan Yesus yang heran terhadap sikap dan perilaku perwira Roma, bangsa yang tidak terpilih dan tidak kudus ini. Lalu Yesus berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel'. Sebagai bangsa terpilih dan umatNya yang kudus seharusnya mempunyai iman yang luhur dan mulia, dan tidak dikalahkan oleh orang-orang di luar sana. Inilah misteri kehidupan, bahwasannya Tuhan murah hati terhadap semua orang tanpa terkecuali, tetapi Dia tetap memilih orang-orang tertentu sebagai milikNya. Namun disayangkan, orang-orang yang dipilihNya tidak bersikap dan bertindak sebagaimana adanya.

'Aku berkata kepadamu: banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi', tegas Yesus. Yesus sadar benar akan orang-orang yang dikasihi dan dipilihNya. Keselamatan sepertinya akan dinikmati oleh orang-orang yang percaya, mencari dan mencari Dia, dan tidaklah dinikmati oleh orang-orang yang dikasihiNya. Tak jarang memang, ada orang-orang yang tertawa ketika mendengarkan sabdaNya, sebagimana dialami oleh Sara ketika mendengar bahwa dia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki (Kej 18: 1-15). Ada baiknya kita kenang Zakharia, Elizabet, Maria dan Yusuf ketika mendengarkan sabda dan kehendak Tuhan.

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: 'pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya'. Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Mengapa singgah di rumah Petrus? Apakah menjadi tujuan perjalanan mereka bersama, atau hanya karena lewat saja? Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia.

Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Darimana mereka tahu bahawa Yesus ada di rumah Petrus? Bukankah alat komunikasi tidak secanggih sekarang ini? Sekali orang-orang yang datang dan mencari-cariNya mendapatkan aneka berkat dan rahmat, tidaklah demikian dengan mereka yang berdiam diri. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: 'Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita'. Dia menaruh perhatian kepada setiap orang, terlebih-lebih yang percaya dan datang kepadaNya.

 

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengasihi setiap umatMu, tetapi keselamatan hanya Kauberikan kepada orang-orang pilihanMu. Kiranya kamipun termasuk orang yang Kau pilih untuk menikmati keselamatan itu dengan berani datang dan memohon belaskasihMu seperti si perwira itu. Kasihanilah kami ya Yesus, sebab kami orang berdosa. Amin

 

 

Contemplatio

'Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012