Sabtu dalam Pekan Paskah VII, 3 Juni 2017

Kis 28: 16-20 + Mzm 11 + Yoh 21: 20-25

 

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?" Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku." Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu." Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.  Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

 

 

Meditatio

'Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?', tanya Petrus kepada Yesus ketika dia berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka. Siapakah dia? Yohanes tentunya, tetapi adakah kiranya dapat kita isi dengan nama kita masing-masing, sebab bukankah kita juga adalah orang-orang yang dikasihiNya? Yohanes adalah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Apakah ini sebuah pembelaan Yohanes dan menuliskannya dalam Injilnya? Namun tak dapat disangkal memang tulisan Yohanes yakni Injil yang ditulisnya adalah salah satu Injil dari keempat Injil yang ada. Dan dia memang menyampaikan kebenaran. Mengapa Petrus bertanya demikian kepada sang Guru? Apakah Petrus mengira bahwa Yesus berkata ikutilah Aku hanya disampaikan kepada dirinya, dan bukan kepada yang lain?Atau memang Petrus lagi merasa GR dari antara para murid lainnya?

'Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku', sahut Yesus. Apakah memang hanya supaya Petrus tidak campur urusan orang lain yang dimaksudkan oleh Yesus? Bukankah memang panggilan seseorang itu berbeda satu dengan lainnya? Bukankah Yesus juga memberikan pelbagai karunia Roh Kudus, juga berbeda dengan lainnya? Malahan setiap orang yang menerima anugerah-anugerahNya harus berani mempertanggungjawabkannya, sebagaimana dialami Paulus ketika ditahan di Roma. 'Justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini' (kis 28: 20), katanya kepada orang-orang Yahudi yang dipanggilnya dan memberi kesaksian kepada mereka.

Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: 'jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu'. Minimal para murid sepertinya semakin memahami, bahwa Yesus itu benar-benar Mesias dan Dia akan datang kembali di akhir jaman, sebab  itulah yang mereka tangkap.    

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

 

 

Oratio

Ya Yesus, Engkau Mesias yang Empunya kehidupan. Engkau berkuasa atas segala-galanya. Ajarilah kami untuk semakin memahami kehendakMu dalam mengikuti Engkau, sehingga dapat mensyukuri semua anugerah yang Kau berikan kepada kami.

Santo Kalorus Lwanga, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku'.

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012