Selasa Pekan Biasa XI, 20 Juni 2017

2Kor 8: 1-9  +  Mzm 146  +   Mat 5: 43-48

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

 

 

Meditatio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'kamu telah mendengar firman: kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu'. Mungkinkah hal itu bisa dilaksanakan? Bisa! Tuhan Yesus tidak pernah membius umat, orang-orang yang dikasihiNya. Mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka yang menganiaya itulah yang telah dilakukan oleh Yesus sendiri.  Bukankah Dia selalu menyapa dan mengajak bicara kaum Farisi dan para ahli Taurat? Bukankah dalam penderaan dan peristiwa salib benar-benar menyatakan bahwa Dia tidak membalas, malah mendoakan mereka yang menganiaya diriNya?  

'Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar', tegas Yesus. Inilah kasih yang sebenarnya, yang tidak membedakan satu dengan lainnya. Kasih yang bertanggungjawab adalah kasih yang memperhatikan kebutuhan sesama, karena memang mereka membutuhkan uluran tangan kita. Kasih harus kita berikan kepada orang lain, karena memang mereka membutuhkan perhatian dan sapaan kita, dan bukannya kita mengukur mereka dari diri kita sendiri. Karena itu, 'apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?'. Kepercayaan dan keberikutan kita kepada Tuhan Allah haruslah mempunyai nilai lebih daripada mereka yang tidak percaya kepada Allah. Iman kepercayaan harus mengatasi rasa manusiawi kita terhadap sesama. Bilamana hanya sebatas nilai-nilai manusiawi, tiada gunanya, malah menjadi beban bagi hidup.

'Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'. Kita memang tidak bisa menjadi Allah, menjadi Bapa, atau menjadi Yesus Kristus, tetapi kita mampu menjadi sempurna dan murah hati, penuh kasih dan perhatian kepada sesama sebagai Allah Bapa sendiri yang semurah dan penuh kasih terhadap kita umatNya.

'Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan'. Itulah kesaksian Paulus terhadap orang-orang Korintus. Apa yang disabdakan Yesus benar-benar dilakukan oleh orang-orang Makedonia. Paulus menunjukkan bahwa yang dikehendaki oleh Yesus benar-benar bisa dilakukan oleh mereka yang percaya kepadaNya.  Kita tahu bahwa 'Tuhan kita Yesus Kristus, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya' (2Kor 8: 1-9), maka hendaknya menjadi pola kehidupan bagi kita bersama.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, mampukanlah kami agar dapat mengasihi mereka yang menganiaya kami, dan ketika dalam penderitaan tetap ada sukacita. Amin

 

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening