Selasa Pekan Biasa XII, 27 Juni 2017

Kej 13: 5-18  +  Mzm 15  +  Mat 7: 6.12-14

 

 

Lectio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus: 'janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya'.

 

 

Meditatio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus: 'janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu'. Sebuah ungkapan yang menyatakan hendaknya kita bijak dalam melakukan sesuatu, mampu menggunakan segala sesuatu sebagaimana mestinya, dan bahkan hendaknya memperlakukan seseorang secara adil dan beradab yang kita mintai bantuan. Hendaknya kita tidak bertindak semena-mena terhadap orang lain.  'Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka'. Ada baiknya kalau kita mendahului dalam berbuat baik, dan bukannya sebaliknya malah menunggu orang lain memperhatikan dan mengasihi kita. Kalau kita hanya menunggu dan menunggu orang berbuat baik terlebih dahulu kepada kita, apalah artinya iman kita, bukankah mereka yang tidak mengenal Allah juga berbuat demikian? (Mat 5: 47b) 'Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi'.

'Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya'. Orang diminta untuk berani belajar dan belajar, berjuang dan berjuang; walau tak dapat disangkal memang banyak orang yang enggan masuk melalui pintu yang kecil dan sesak, karena butuh kesabaran diri. Budaya instant menyelimuti banyak orang dalam mengejar keselamatan, tetapi semuanya tentunya akan gagal dan tak berdaya guna. Kiranya benarlah yang pernah dikatakan: barangsiapa menabur sedikit, dia akan menuai sedikit pula (2Kor 9), tetapi barangsiapa menabur dengan bercucuran air mata akan menuai dengan sorak-sorai (Mzm 126).

Kembali Abram diberikan janji untuk mendapatkan keturunan yang sebanyak debu tanah dan juga negeri luas dan subur untuk didiami oleh Tuhan. Namun kapan itu dan di mana itu terjadi masih gelap semuanya, karena semuanya dijanjikan dan dijanjikan oleh Tuhan (Kej 13: 5-18). Abram diminta hidup dalam pengharapan akan janji Tuhan. Kiranya pengharapan yang kuat akan memberi peneguhan bagi orang-orang yang berusaha untuk melalui jalan yang sempit itu. Bukankah 'terang segera muncul dari gelap?' (Ayb 17: 12).

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk dapat menggunakan anugerah yang Kau limpahkan kepada kami sesuai dengan kehendakMu. Agar apa yang kami lakukan itu biarpun berat dan penuh tantangan kami mampu mengatasinya karena itulah jalan menuju keselamatan. Terpujilah Engkau ya Yesus. Amin

 

 

Contemplatio

'Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening