Jumat Pekan Biasa XIII, 7 Juli 2017


Kej 23: 1-19  +  Mzm 106   +  Mat 9: 9-13

 

 

Lectio

Pada waktu itu ketika sedang berjalan Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

 

Meditatio

Pada waktu itu ketika sedang berjalan Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: 'ikutlah Aku'. Apakah Yesus mengenal Matius? Pasti kenal! Bukankah Dia mengenal satu per satu setiap orang yang dikasihiNya. Tuhan Yesus mengenal setiap orang tanpa terkecuali. Sebaliknya tidak setiap orang mengenal Dia sang Empunya kehidupan, termasuk Matius yang tidak mengenalNya. Namun ketika dipanggilNya, Matius langsung mengikutiNya. Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Inilah iman kepercayaan kepada Tuhan Allah. Sebuah sikap penyerahan diri tanpa banyak bertanya-tanya kepada Dia yang memanggil. Tak dapat disangkal, Matius pasti melihat dan memandang Orang yang berbeda itu dengan adanya ketertarikan hati. Sedikit atau banyak ketertarikannya? Amat relatif, tetapi pasti ada sesuatu yang menarik Matius untuk segera mengikutiNya. Kemungkinan besar juga, ketika memanggil Matius, Yesus tidak berjalan seorang diri. Yesus kemungkinan besar bersama beberapa murid lainnya.

Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Apa Matius mengundang Yesus? Berapa tenggang waktu antara ketika dia dipanggil sang Kehidupan dan dia memanggil sang Kehidupan ke rumahnya? Acara apakah yang diadakan Matius sehingga dia mengundang Yesus dan para murid? Atau memang Matius hendak mengadakan perpisahan dengan teman-teman pergaulannya sehari-hari?

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: 'mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Darimana mereka tahu bahwa Yesus sedang berada di dalam rumah itu? Adakah rumah pada waktu itu sudah berkaca? Kiranya adanya beberapa orang yang berkerumun di depan rumah itu menarik perhatian orang-orang yang lewat di situ, dan mereka bertanya-tanya apa yang sedang berlangsung. Mereka tidak berani bertanya langsung kepada Yesus. Atau memang ada beberapa murid yang berada di dekat pintu, atau sedang di luar rumah sehingga merekalah yang mendapatkan lontaran pertanyaan?

'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit', tegas Yesus menanggapi komentar mereka.  Karena memang, 'Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'. Dan itulah memang sesuai dengan tugas yang disandangNya untuk menyelamatkan umat manusia. Yesus itu Allah yang menyelamatkan. Namun bukan hanya mereka orang-orang yang baik dan benar saja yang diselamatkan, melainkan mereka juga orang-orang berdosa; dan terlebih lagi, karena tidak seorang pun yang bebas dari kuasa dosa; mau tidak mau perhatian diarahkan pada setiap orang yang berdosa.

'Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan', pinta Yesus. Yesus meminta sikap belaskasih, karena memang belaskasihlah yang mendasari sikap kedatangan anak Manusia untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Dia datang ke dunia bukan hanya berdasarkan rasa keadilan, tetapi lebih-lebih belaskasihNya dalam menyelamatkan umat manusia.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, karena kasihMu Engkau rela datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia. Ajarilah kami untuk mengasihi satu sama yang lain seperti Engkau mengasihi kami, sebagai ujud persembahan kami kepadaMu. Amin

 

Contemplatio

'Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan'.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012