Jumat Pekan Biasa XIV, 14 Juli 2017

Kej 46: 1-30  +  Mzm 37  +   Mat 10: 16-23

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang'.

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati'. Sebuah perutusan yang amat berat dan menantang, bahkan tindakan kasih yang menyerahkan nyawa benar-benar harus terlaksanakan dalam perutusan mereka. Namun Yesus tetap berani meminta para muridNya untuk menyiasati realitas yang menantang itu. Perutusan mereka dapat dilakukan dengan baik, bila memang ada ketulusan dan kecerdikan hati.

'Tetapi waspadalah terhadap semua orang', pinta Yesus. Yesus meminta supaya berhati-hati dalam menghadapi banyak orang. 'Karena Aku dan namaKu, pertama 'kamu akan dibenci semua orang'. Kedua, 'ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya'. Ketiga, 'kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah'. Bila memungkinkan 'apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain', bukankah kalian harus cerdik seperti merpati? Keempat, 'orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, seorang ayah akan anaknya, dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka'.

Semenjak awal Yesus sudah mengingatkan para murid akan segala resiko yang terjadi karena pengenalan mereka akan diriNya. Yesus meminta mereka semua tidak kuatir menghadapi semuanya itu. Karena itu, 'janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu'. Mereka ternyata tidak berkarya seorang diri, melainkan Roh Bapa, Roh Kristus sendiri, RohNya yang kudus akan mendampingi dan menyertai mereka.

'Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat', tegas Kristus memberi kepastian kepada para murid agar mereka tidak takut dan gelisah. Maka benarlah apa yang pernah dikatakan sendiri oleh Yesus, hendaknya mereka tidak takut terhadap dia yang hanya membunuh badan, tetapi takutilah kepada Dia yang mampu membinasakan tubuh atau jiwa. 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang'. Apakah penyataan ini dapat diartikan, bahwa tugas perutusan mereka itu sepanjang waktu sampai akhir jaman? Sepertinya dan memang karya pewartaan akan happy-ending, di mana semua orang akan beroleh keselamatan ilahi, sebagaimana dikehendaki oleh Allah sendiri. Gambaran Israel berjumpa dengan Yusuf anaknya (Kej 46) memberi gambaran sukacita yang memang akan terjadi kelak, walau diingatkan oleh Allah sendiri, bahwa 'tangan anakmu Yusuf  yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti'. Itulah yang akan terjadi, dan memang itulah kehendak Tuhan.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau mengutus kami untuk mewartakan kabar sukacitaMu, dan juga resiko yang akan kami hadapi, perteguh iman kami kepadaMu, bahwa kami tidak sendirian karena RohMu sendiri yang senantiasa hadir mendampingi dan menguatkan kami. Amin

  

Contemplatio

'Janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga'.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012