Jumat Pekan Biasa XV, 21 Juli 2017

Kel 11: 10-20  +  Mzm 116  +  Mat 12: 1-8

 

 

Lectio

Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat." Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat".

 

 

Meditatio

Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Apakah kalau tidak lapar, mereka akan tetap memetik bulir gandum? Satu dua biji mungkin untuk nyamil. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: 'lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat'. Ada benarnya memang protes orang-orang Farisi itu, tetapi berapalah jumlah yang diambil oleh para murid, sehingga mereka benar-benar terkena hukum hari Sabat? Begitu salahkah tindakan para murid? Apakah begitu fatal perlaku mereka dan berakibat pada dosa?

'Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?', sahut Yesus yang langsung menanggapi komentar mereka. Ada aturan yang memang diberlakukan agar setiap orang dapat melakukan segala sesuatu secara proporsional atau menempatkan inividu lain sebagaimana mestinya. Roti sajian adalah hak para imam, dan bukanlah dinikmati oleh Daud dan para pengikutnya, walau mereka mempunyai kedudukan sosial lebih tinggi dari para imam. 'Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?'. Sebab para imam juga tidak beristirahat di hari Sabat; mereka malah bekerja melayani umat yang hendak mempersembahkan kurban sajian, atau mereka malah membacakan kitab suci. Mereka tidak berdiam diri dan berpangku tangan.

'Aku berkata kepadamu: di sini ada yang melebihi Bait Allah', tegas Yesus. Mengapa Yesus berkata-kata seperti ini? Apakah hendak mengkaitkan dengan keberadaan para imam yang berada di bait Allah? Atau hendak menegaskan, bahwa yang disembah dan dipuji di bait Allah itu sekarang ini ada di hadapan mereka? Dia bukan saja melebihi bait Allah, Dia 'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'. Dialah yang malahan menentukan sesuatu itu boleh dilakukan atau tidak, karena Dia mengetahui isi hati manusia.

'Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah'. Penegasan Yesus ini berkaitan dengan komentar para ahli Taurat tadi yang memang hanya mencari-cari kesalahan orang lain. Mereka hanya ingin mengatakan ini boleh dan itu tidak, tetapi tidak tahu mengapa sesuatu dilarang atau tidak. Belaskasih kiranya mengatasi segalanya, sebagaimana dilakukan Yesus sendiri, yang melakukan segala sesuatu hanya karena belaskasih terhadap umatNya.

 

Oratio

Yesus Kristus, betapa sering kami melakukan hal yang sama, gampang menghakimi, kiranya sabdaMu hari semakin meneguhkan kami, bahwa hukum cinta kasih yang harus diutamakan di atas segala-galanya. Amin

 

 

Contemplatio

'Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah'.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening