Kamis Pekan Biasa XIII, 6 Juli 2017

Kej 22: 1-19  +  Mzm 116   +  Mat 9: 1-8

 

 

Lectio

Pada waktu itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah." Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itu pun bangun lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

 

Meditatio

Pada waktu itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Tentunya Nazaret yang dimaksudkan sang penulis Injil. Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Berapa orang yang membawanya dengan tandu? Mungkin orang yang diangkat itu seorang perempuan? Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: 'percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni'. Iman mendatangkan pengampunan. Apakah memang mereka minta pengampunan? Apakah mereka tidak meminta penyembuhan? Pasti penyembuhan, tetapi Yesus memberikan yang lain. Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: 'Ia menghujat Allah'. Benarlah mereka berkata-kata demikian, karena memang hanya Tuhan Allah yang mengampuni segala dosa dan kesalahan umatNya.

'Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?', kata Yesus yang  mengetahui pikiran mereka. Mereka ditegur berpikiran jahat, karena memang mereka menuduh Yesus menghujat Allah. Padahal bukankah Tuhan Yesus itu Allah? Mungkin kalau mereka berkata : mengapa Dia berkata-kata sepetti itu atau siapakah Dia sehingga mengampuni dosa umat manusia? Yesus tidak akan menegur mereka. 'Manakah lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa', tegas Yesus. Yesus menambah rahmat terindah bagi orang lumpuh itu, karena dia diajak untuk membukakan mata hati banyak orang, bahwa Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa. Bukankah memang Dia adalah Allah sendiri yang menjadi manusia?  Lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: 'bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!'. Dan orang itu pun bangun lalu pulang. Mengapa Yesus tidak mengajak orang beriman itu menjadi muridNya? Mengapa Yesus tidak meminta orang itu untuk menunjukkan diri kepada para imam dengan membawa persembahan? Apakah karena sudah banyak orang yang dapat memberi kesaksian bahwa dia telah tahir? Dan bukankah pada saat itu juga ada para ahli Taurat? Apakah memang sengaja penulis Injil tidak menuliskan ucapan terima kasih dari orang yang telah disembuhkan itu? Atau memang orang itu langsung pulang, karena perasaan sukacitanya?

Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Jawaban Tuhan terhadap kita umatNya memang seringkali tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Kita meminta A, seringkali diberi B. Allah yang berjanji memberikan Abraham keturunan sebanyak bintang di langit, dalam kisah persembahan di kitab Kejadian 22: 1-19 malahan menyuruh Abraham mempersembahkan anaknya sebagai kurban persembahan. Ketaatan iman yang sering sulit dimengerti itulah yang hendaknya menjadi pedoman hidup bagaimana harus mengikuti Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Beriman mengandaikan seseorang dapat menikmati kemampuan akal budi dan keberserahan diri kepada kehendak dan kemauan Tuhan. Sebab beriman itu seseorang harus percaya dan berserah diri kepada Tuhan, tetapi tetap menggunakan kemampuan akal sehat dengan sewajarnya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kamipun seringkali lupa mengucap syukur atas segala anugerah yang Kau berikan kepada kami. Kami anggap apa yang kami miliki itu sudah selayaknya dan jerih payah kami, tanpa menyadari bahwa tanpa campur tanganMu kami bukanlah siapa-siapa. Ampunilah kami dan terpujilah Engkau ya Yesus. Amin

 

 

Contemplatio

'Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012