Kamis Pekan Biasa XIV, 13 Juli 2017

Kej 45: 1-5  +  Mzm 105  +   Mat 10: 7-15

 

 

Lectio

Pada saatu kali Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'. Kehadiran Kerajaan Surga adalah bila Yesus sendiri yang meraja dalam hidup diri seseorang, dan bukannya yang lain. Membiarkan diri mendengarkan sabdaNya dan mengaminiNya dalam hidup sehari-hari adalah pembiaran diri dikuasai dan tinggal dalam Kerajaan Surga. 'Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan'. Sebab memang kuasa itulah yang diberikan Yesus kepada mereka. Tak dapat disangkal pula, masih kuatnya anggapan, bahwa sakit dan derita adalah akibat kuasa kegelapan yang tinggal dalam diri seseorang. Kemarin kita merenungkan seseorang yang dikuasai roh yang membuatnya bisu, dan telah diusirNya. 'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'. Bukankah memang segala anugerah diberikan untuk pembangunan jemaat dan demi kepentingan bersama? (1Kor 12: 7) Pelbagai karunia juga akan mengalir dengan indahnya kalau kita berani membuka kran-aliran terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita?

Yusuf sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama (Kej 44 dan 45) juga menjadi orang yang baik hati karena memang dia merasa telah menerima segala yang baik secara cuma-cuma. Maka dia pun berbagi dengan saudara-saudaranya yang dahulu telah menyengsarakan dirinya. Persaudaraan sejati adalah berani melayani tanpa memandang pengalaman masa lampau. Persaudaraan sejati adalah mereka yang sekarang ini dihadapi dan meminta perhatian kita bersama.

'Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya'. Para murid diminta tidak sibuk dengan perbekalan. Tuhan yang menyuruh, pasti pula Tuhan akan melengkapinya. Tuhan Yesus tidak akan membiarkan para murid berkekurangan dalam aneka pelayanan.

'Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu'. Tugas perutusan yang diberikan kepada murid adalah tugas dalam rangka penyelamatan umat manusia. Sebuah tugas yang diberikan oleh sang Pemilik kehidupan itu sendiri. Semua manusia harus selamat itulah kehendak Tuhan; sekali lagi, karena memang Dialah sang Empunya kehidupan. Tidak mau menerima karya perutusan yang dilakukan para murid berarti penolakan terhadap keselamatan itu, dan terlebih penolakan terhadap sabda dan kehendak Tuhan sendiri.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas pelbagai anugerah yang Kau limpahkan bagi kami. Ajarilah kami agar semakin berani dalam berbagi kepada sesama, supaya semakin banyak yang menikmati kasihMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012