Kamis Pekan Biasa XV, 20 Juli 2017

Kel 3: 13-20  +  Mzm 105  +  Mat 11: 28-30

 

 

Lectio

Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan".

 

 

Meditatio

'Marilah kepada-Ku', kata Yesus mengundang dan mengundang setiap orang untuk datang kepadaNya, terlebih mereka  'semua yang merasa letih lesu dan berbeban berat, sebab Aku akan memberi kelegaan kepadamu'. Yesus memberi kelegaan dan penghiburan, karena Yesus menghendaki setiap orang mengalami sukacita. Tak dapat disangkal memang setiap orang harus berani memikul salib dan menyangkal diri. Berat memang, tetapi kalau semuanya dilakukan dalam nama Dia yang menyelamatkan, akan terasa indah dan menyenangkan. Orang yang benar-benar menghayati imannya, tidak pernah bersungut-sungut dalam aneka persoalan kehidupan.

'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'. Yesus di satu pihak mengajak dan mengundang kita, tetapi dilain pihak Dia memberi tugas, pikulan baru yang dimilikiNya; dan terlebih lagi kuk yang diberikanNya itu ringan. Adakah kuk atau beban, perintah dan panggilan yang diberikanNya ringan adanya? Kalau pun ada yang terasa berat, Yesus sendiri yang berjanji akan mengajari bagaimana harus memikul kuk yang diberikanNya. Bukankah sabdaKu adalah pelita bagi langkahmu? SabdaKulah juga yang membuat engkau kuat dan teguh bagaikan mendirikan rumah di atas batu wadas. Bukankah perkataanKu adalah hidup kekal? Mungkinkah Tuhan yang penuh belaskasih menyengsarakan umatNya? Walau sulit dipungkiri, kesulitan akan timbul karena keinginan kita manusia ini seringkali berlawanan dengan kehendak Allah, dan sebaliknya; terlebih kehendak Allah seringkali pula di luar kemampuan insani manusia. Itulah beratnya beban yang kita terima dari Allah.

Janji Allah yang menghendaki umatNya bahagia itulah yang diungkapkan juga dalam perutusan Allah kepada Musa. Musa diminta untuk memimpin umat Israel keluar dari Mesir (Kel 3: 13-20). Tidak semudah memang dengan apa yang dikatakan Tuhan Allah, tetapi Tuhan Allah sendiri yang akan menyertai umatNya dan membuat Mesir tidak berdaya menghadapi orang-orang yang dikasihiNya. Tuhan akan mendampingi Israel, walau Dia tidak memanjakan umatNya dalam perjalanan perutusanNya itu.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mengikuti Engkau bukan berarti kami bebas dari persoalan, tetapi mampukan kami untuk dapat mensyukuri hal-hal kecil dalam hidup ini, sehingga ketika menghadapi tantangan dan persoalan kami mampu menjalaninya dengan tetap bersyukur. Sebab kami tahu bahwa Engkau pasti menyertai dan memberi yang terindah bagi kami. Amin

 

Contemplatio

'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan'.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening