Kamis Pekan Biasa XVI, 27 Juli 2017

Kel 19: 1-20  +  Mzm   +  Mat 13: 10-17

 

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"  Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'.

 

Meditatio

Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: 'mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?'. Apakah pertanyaan para murid ini sebagai protes atau semata-mata bertanya dan bertanya? Tentunya mereka bertanya seperti itu, karena mereka mendengar sendiri apa yang disampaikan Yesus kepada mereka.  Jawab Yesus: 'kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak'. Penegasan Yesus mengingatkan mereka, bahwa mereka mendapatkan keistimewaan dari sang Guru untuk mengetahui misteri penyelamatan, tetapi tidaklah demikian kepada orang-orang lain. Mengapa?  

'Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya', tegas Yesus kepada para murid. Yesus meminta agar mereka tidak hanya bangga dengan karunia yang indah yang mereka terima, tetapi kiranya mereka juga harus berani mempertanggunjawabkan segala pemberianNya itu. Siapa menerima banyak harus memberi banyak, sebaliknya yang menerima sedikit harus juga bertanggunjawab atas pemberiannya itu. Misteri Kerajaan Surga disampaikan dengan perumpamaan, karena 'sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti'.

Bukankah mereka itu seharusnya malah lebih disayang? Mereka tidak mendapatkan perhatian lebih, karena  'hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup'. Mereka bukanlah orang-orang yang tidak mampu mendengar dan melihat, melainkan karena ketidak-mauan mereka untuk melihat dan mendengar. Mereka itu benar-benar 'mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap'.

Malah secara sengaja, Yesus tidak memberi keistimewaan kepada mereka, karena 'supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka'. Mereka tidak mau menuai, maka mereka tentunya tidak akan menabur. Yesus sepertinya tidak mau memaksakan kehendakNya bagi mereka yang menolakNya. Apakah hal ini yang dikerjakanNya ketika mengunjungi Nazaret dan tidak mengadakan aneka tanda, karena memang kedegilan hati umatNya? (Mat 13: 58). Apa yang dikerjakan Yesus itu semuanya sesuai dengan nubuat Yesaya. Bukankah memang Dia datang, bukan untuk meniadakan hokum Taurat dan kitab para nabi, melainkan untuk menggenapinya?

'Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Tentunya yang dimaksudkan oleh Yesus adalah mendengar dan melihat Anak Manusia. Sebab dengan kehadiranNya di tengah-tengah umatNya, setiap orang diberi kesempatn untuk melihat dan mendengar secara langsung kehadiranNya yang menyelamatkan itu. Sebab Dia dulu yang jauh, kini datang dalam wujud manusia yang sama seperti kita umatNya, kecuali dalam hal dosa.

Gambaran Tuhan Allah yang perkasa memang dengan kehadiranNya mengalami perubahan yang amat mendasar. Dia yang perkasa dan kuat itu hadir dalam kelamah-lembutan. 'Engkau, Penguasa yang kuat, mengadili dengan belas kasihan, dan dengan sangat hati-hati memperlakukan kami. Sebab kalau mau Engkau dapat juga. Dengan berlaku demikian Engkau mengajar umat-Mu, bahwa orang benar harus sayang akan manusia. Anak-anak-Mu Kauberi harapan yang baik ini: Kauberikan kesempatan untuk bertobat apabila mereka berdosa' (Keb 12: 19). Inilah kesadaran baru yang dinyatakan secara konkrit oleh Yesus. Namun di sinilah kesulitan juga banyak orang mengertiNya, sebab mereka merindukan kehadiran Tuhan Allah sesuai dengan konsep pikiran diri, dan bukannya seturut kehendak dan kemauan Tuhan Allah sendiri.

 

Oratio

Yesus Kristus, ajarilah kami menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih, karena memang Engkau memberi aneka yang indah dan mulia kepada kami. Ampunilah kami, yang sering memandang kemurahan hatiMu itu sebagai kewajibanMu kepada kami.

Beato Titus Brandsma, doakanlah kami selalu, karena engkau selalu merasakan kehadiran Yesus dalam aneka peristiwa kehidupan. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?'.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening