Minggu Pekan Biasa XVI, 23 Juli 2017


Keb 12: 13-19  +  Rom 8: 26-27  +  Mat 13: 24-30

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku'.

 

 

Meditatio

'Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu'. Itulah kenyataan. Padahal orang hanya menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu. Mengapa musuh menaburkan benih ilalang? Itulah kenyataan: ada orang baik dan ada orang jahat. Tuhan memang menciptakan dan menginginkan segala yang baik, tetapi yang tidak baik pun bisa muncul, karena aneka kecenderungan insani kita manusia.

'Maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?'. Bukankah kalau hanya gandum yang tumbuh akan menyenangkan hati sang pemilik tuaian? Itulah keadilan, tetapi bukanlah belaskasih, yang adalah kodrat Allah. 'Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku'. Orang baik dan orang jahat sepertinya memang dibiarkan hidup bersama, sebab memang bukankah semenjak mula Tuhan hanya menciptakan manusia yang sesuai dengan citraNya? Orang-orang jahat adalah kawanan umat yang dikasihiNya juga, tetapi tidak dikehendakiNya. Allah tidak menghendaki orang-orang jahat, karena itu kelak pada akhir jaman sesuai dengan kemauan mereka, Allah membiarkan mereka menikmati kebinasaan. Allah menghendaki keselamatan seluruh umatNya, tetapi Allah tidak mau bertindak otoriter dalam mendampingi kita semua.

Kiranya yang lebih menarik agi adalah kehendak Tuhan yang penuh belaskasih, yang tidak begitu mudah menghukum orang-orang yang menggunakan kebebasannya. 'Engkau, Penguasa yang kuat, mengadili dengan belas kasihan, dan dengan sangat hati-hati memperlakukan kami. Sebab kalau mau Engkau dapat juga. Dengan berlaku demikian Engkau mengajar umat-Mu, bahwa orang benar harus sayang akan manusia. Anak-anak-Mu Kauberi harapan yang baik ini: Kauberikan kesempatan untuk bertobat apabila mereka berdosa' (Keb 12: 18-19). Kitab Kebijaksanaan benar-benar telah mengingatkan setiap orang, bahwa pertama Allah yang   Penguasa yang kuat itu mengadili dengan belas kasihan.  Kedua, Allah mengajar bahwa orang benar harus sayang akan sesama manusia. Ketiga, Allah memberikan kesempatan untuk bertobat bagi setiap orang yang mereka berdosa.

 

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau begitu sabar dan penuh belaskasih. Engkau tidak menghukum setiap orang yang sempat berdosa dan melawan kehendakMu. Namun Engkau tetap mengajak setiap orang untuk bertobat kepadaMu. Ajarilah kami untuk mendengarkan sabda dan kehendakMu. Amin.

 

 

Contemplatio

'Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku'.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening