Rabu Pekan Biasa XIII, 5 Juli 2017

Kej 21: 5-20  +  Mzm 34   +  Mat 8: 28-34

 

 

Lectio

Pada waktu itu setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu." Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

 

Meditatio

Pada waktu itu setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Apakah dua orang ini bersaudara? Atau memang senasib kerasukan setan? Kenapa mereka bisa begitu, tidak diceritakan memang. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Kesatuan mereka itulah yang membuat mereka kuat dan perkasa.

Mereka itu pun berteriak, katanya: 'apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?'. Mereka datang dan menantang Yesus. Mereka tahu dengan baik Siapakah Yesus itu? Mereka tahu juga tugas perutusan yang diemban oleh Anak Allah ini. Inlah sang Penguasa kehidupan yang turun ke tengah-tengah umatNya. Kematian dan kebangkitan Kristus adalah waktu penghancuran kuasa kegelapan, dan itulah yang mereka ketahui dengan baik. Yesus berdiam diri dan tidak memberi komentar sedikitpun.

Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: 'jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu'. Kalau tidak Kuusir? Atau pergi saja ke tempat lain saja? Yesus tidak berkata-kata seperti itu kepada mereka, tapi dengan tegas: 'pergilah!'. Apakah ini adalah suatu bentuk pencobaan yang diberikan oleh Yesus, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Allah sendiri terhadap Ayub (Ayb 1)? Yesus hendak mencobai orang-orang Gadara sepertinya, walau tentunya intensinya berbeda dengan cobaan yang diberikan Ayub. Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. Kuasa kegelapan memang selalu membinasakan.

Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. Mereka berlari sepertinya hendak memberi pertanggunganjawab yang diberikan kepada mereka. Mereka tidak berdaya menghadapi peristiwa yang ada di depan mereka. Mereka melihat dan mendengar segala sesuatu yang terjadi itu.

Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Mengapa mereka menolak Yesus? Mengapa mereka tidak bersyukur atas kesembuhan kedua orang yang kerasukan itu, dan mereka pun tidak akan mendapatkan gangguan dari mereka  berdua lagi? Apakah mereka marah karena ternak merekalah yang menjadi sasaran amuk kuasa kegelapan? Apakah mereka meminta ganti rugi dari Yesus, tetapi Yesus tidak memberikan apa-apa? Sepertinya orang-orang memikirkan kepentingan diri mereka sendiri, sehingga dengan enaknya saja tidak merasa berdosa mengusir sang Empunya kehidupan. Kehendak Tuhan memang seringkali melalui peristiwa-peristiwa yang tidak mengenakkan dan tidak kita ingini. Itulah juga yang dirasakan Abraham ketika harus mengusir Hagar dan anaknya Ismael. Bukankah Sara yang mengusulkan agar Hagar diambil sebagai isterinya? Bukankah Ismael adalah anak kandungnya sendiri, yang memang membuat Abraham kesal dengan permintaan Sara? (Kej 21). Inilah realitas kehidupan, yang memang sulit kita mengerti, yang bahwasannya Tuhan sendiri berkehendak.

 

Oratio

Yesus Kristus, berilah kami hati yang selalu bersyukur atas rahmat yang kami terima dalam hidup kami. Yang dapat membedakan hal yang baik dan yang membawa kami pada keselamatan. Terima kasih ya Yesus untuk kasih setiaMu. Amin

 

Contemplatio

Keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening