Rabu Pekan Biasa XVI, 26 Juli 2017


Sir 44: 10-15  +  Mzm 132  +  Mat 13: 16-17

  

Lectio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus: 'berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'.

 

Meditatio

 Pada waktu itu bersabdalah Yesus: 'berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Tentunya yang dimaksudkan oleh Yesus adalah mendengar dan melihat Anak Manusia. Sebab dengan kehadiranNya di tengah-tengah umatNya, setiap orang diberi kesempatn untuk melihat dan mendengar secara langsung kehadiranNya yang menyelamatkan itu. Sebab Dia dulu yang jauh, kini datang dalam wujud manusia yang sama seperti kita umatNya, kecuali dalam hal dosa.

Gambaran Tuhan Allah yang perkasa memang dengan kehadiranNya mengalami perubahan yang amat mendasar. Dia yang perkasa dan kuat itu hadir dalam kelamah-lembutan. 'Engkau, Penguasa yang kuat, mengadili dengan belas kasihan, dan dengan sangat hati-hati memperlakukan kami. Sebab kalau mau Engkau dapat juga. Dengan berlaku demikian Engkau mengajar umat-Mu, bahwa orang benar harus sayang akan manusia. Anak-anak-Mu Kauberi harapan yang baik ini: Kauberikan kesempatan untuk bertobat apabila mereka berdosa' (Keb 12: 19). Inilah kesadaran baru yang dinyatakan secara konkrit oleh Yesus. Namun di sinilah kesulitan juga banyak orang mengertiNya, sebab mereka merindukan kehadiran Tuhan Allah sesuai dengan konsep pikiran diri, dan bukannya seturut kehendak dan kemauan Tuhan Allah sendiri.

Kiranya yang perlu kita pahami juga, bahwa Yesus yang adalah Allah menjadi manusia itu lahir dan hadir di dunia mengikuti aturan hukum alam. Dia dilahirkan dan bukan dijadikan. Maka keluarga yang siap menerima kehadiranNya tentunya bukan sembarang keluarga. Kita kenal Maria dan Yusuf, demikian juga Yoakhim dan Anna yang kita peringati hari ini adalah keluarga-keluarga kesayangan yang kita perlu kita kenang segala kebajikannya. Yoakhim dan Anna tentunya termasuk 'orang-orang kesayangan, yang kebajikannya tidak sampai terlupa; semuanya tetap tinggal pada keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka. Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian, dan anak-anak merekapun demikian pula keadaannya' (Sir 44: 10-12)

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau memuji bahagia orang-orang yang melihat dengan mata kepala sendiri dan mendengar dengan telinganya. Kami pun juga malah boleh menikmati karunia penebusanMu. Ajarilah kami menjadi orang-orang yang tahu berterimakasih dan siap mempertanggungjawabkan anugerah yang Kaulimpahkan kepada kami.

Santo Yoakhim dan Anna, doakanlah kami.

  

Contemplatio

'Sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening