Sabtu Pekan Biasa XIII, 8 Juli 2017

Kej 27: 1-5  +  Mzm 135   +  Mat 9: 14-17

 

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

 

Meditatio

Pada waktu itu datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: 'mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?'. Berani juga para murid Yohanes bertanya langsung dan memprotes Yesus. Kalau kemarin para ahli Taurat tidak berani bertanya langsung kepada Yesus, kini  mereka langsung mendekati Yesus dan bertanya. Apakah keberanian mereka karena memang berbeda sasaran? Mengapa mereka tidak bertanya kepada Yesus ; mengapa sang Guru juga tidak berpuasa, sehingga para murid akan berpuasa?  Apakah para Guru bebas untuk tidak berpuasa, apakah hanya khusus untuk para murid?

'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?', sahut Yesus kepada mereka. Tidaklah pantas memang kalau para sahabat mempelai laki-laki berwajah muram dan duka, bila secara sengaja mereka mendampingi mempelai laki-laki. Bukankah memang perhatian diarahkan hanya kepada sang Mempelai laki-laki? Perhatian terhadapnya menunjukkan keberundudukan yang santun kepada sang mempelai. 'Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'.

Apakah Yesus secara sengaja menegaskan diriNya sebagai Mempelai Laki-laki dan semua muridNya adalah sahabat-sahabatNya? Apakah dengan demikian selama para murid, kita semua, selalu bersama dengan Yesus, maka kita tidak perlu berpuasa? Bukankah memang bersama Yesus berarti membiarkan diri kita dibimbing dan dikuasai oleh Yesus? Bukankah kita berada dalam kendali kasihNya? Buat apalagi kita berpuasa yang sebagian besar lebih pada pengendalian diri? Bukankah amat cukup Allah sendiri yang mengendalikan dan memimpin kita?

'Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya'. Segala-galanya ada waktunya. Ketika Yesus kita rasakan jauh kehadiranNya dari kita, maka pada saat itulah kita memang harus berpuasa dan berpantang agar kita tidak terbawa oleh aneka kecenderungan insani kita. Roh itu penurut dan daging itu lemah. Inilah yang pernah disampaikan Yesus sendiri kepada kita. Lebih dari itu, bersama Yesus pula kita harus berani memanggul salib kehidupan. Bukankah Dia yang memang mengajak kita untuk berani menyangkal diri dan memanggul salib keseharian kita? Namun salib yang sama, sebagaimana yang dipanggulNya itulah yang membawa kita kepada kemuliaan surgawi, sebab dari salibNya yang kudus, Dia menarik dan menarik kita menikmati kemuliaanNya. Pada saat itulah Aku akan menarik semua orang.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajari kami untuk dapat bersyukur dan menikmati kehadiranMu bersama kami, dan bagaimana dalam keseharian kami mampu mengendalikan diri dan memanggul salib kehidupan sebagai persiapan menyambut kehadiranMu. Amin

 

Contemplatio

'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012