Sabtu Pekan Biasa XIV, 15 Juli 2017

Kej 49: 29-32  +  Mzm 105  +   Mat 10: 24-33

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga'.

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata: 'seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya'. Mungkin itu terjadi dahulu. Sekarang ini seorang murid dapat melebihi gurunya, karena memang autodidak dan cerdas. Demikian juga banyak para pekerja sekarang ini dapat mencontek cara kerja majikannya, sehingga mereka keluar dan membuka usaha yang lebih sukses dari mantan majikannya. Namun tak dapat disangkal,  'jika tuan rumah disebut beelzebul, apalagi seisi rumahnya', pasti juga akan dicap yang jelek dan jahat. Tidaklah demikian kiranya kalau guru dan tuan rumahnya amat baik. Segala yang dirasakan dan dialami oleh sang Guru akan dialami oleh para muridNya, termasuk memanggul salib kehidupan ini.

'Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga'. Inilah iman kepercayaan kepada Kristus Tuhan. Yesus sendiri menegaskan dan memintanya. Iman kepercayaan harus diungkapkan dalam hidup sehari-hari. Seseorang yang beriman kepadaNya harus berani berkata aku murid Kristus, aku adalah orang yang percaya kepada Kristus Tuhan, bukan kepada dirinya sendiri, melainkan kepada orang lain, yang ada di sekitarnya, kepada orang-orang yang dijumpainya. Tentunya bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan berani meminta orang-orang yang memusuhi kita dan mendoakan mereka, serta berani mendahului memberi salam mereka yang kita jumpai sebagaimana yang dikehendaki Tuhan Yesus sendiri (Mat 5).

Karena itu, pertama 'janganlah kamu takut terhadap mereka, yang memusuhi kamu, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui'. Orang akan tahu pada akhirnya siapakah yang benar siapakah yang salah, walau tak dapat disangkal siapa saja yang menyampaikan warta kebenaran dan sukacita akan menanggung banyak perlawanan dan tantangan. Malah 'apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah'. Yesus meminta kita orang-orang yang percaya kepadaNya untuk menyampaikan segala sabda dan kehendakNya. Bukankah kita ingin menjadi saluran berkat bagi banyak orang?

Kedua, 'janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka'. Yesus mengingatkan, perlawanan dan perlawanan akan datang. Dia sendiri sebagai Terang datang, tetapi banyak orang yang bersembunyi dalam kegelapan, demikian kita orang-orang yang percaya kepadaNya akan banyak mendapat perlawanan, bahkan nyawa kita menjadi taruhan. Inilah cinta, dan barang siapa bertahan sampai akhir, dia akan selamat.

'Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit'. Tuhan Bapa di surga akan selalu memperhatikan kita orang-orang yang percaya kepadaNya, dan pasti Allah sungguh bertanggungjawab atas kita. Kasih Tuhan Allah pasti lebih besar dari segala sesuatu.  Penyataan ini benar-benar menegaskan bahwa hidup kita manusia itu sungguh berada dalam kuasaNya; sebaliknya pelanggaran kita akan kuasaNya berarti menentang segala bentuk perintahNya.

Kalau Tuhan Allah saja ikut bertanggungjawab atas umatNya, begitulah yang dilakukan oleh Yusuf yang merasa bertanggungjawab atas persaudaraan yang diberikan kepadanya. Persaudaraan sejati memang tidak membuka aib dan dosa yang telah berlalu. Aku dan kamu sekarang ini, dan bukanlah yang dulu. 'Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah?', kata Yusuf kepada para saudaranya, 'memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga' (Kej 50: 19-21).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukan kami untuk berani mewartakan kebenaran sabdaMu, tidak hanya dalam berkata-kata, tetapi lebih nyata dalam tindakan dan sikap hidup kami, dengan berani mengampuni dan mendoakan orang-orang yang bersalah kepada kami. Sehingga melalui sikap hidup kami ini orang lain menemukan kehadiranMu di dalamnya. Amin

 

Contemplatio

'Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah'.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening