Selasa Pekan Biasa XIV, 11 Juli 2017

Kej 32: 22-32  +  Mzm 17  +   Mat 9: 32-38

 

 

Lectio

Pada waktu itu dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

 

Meditatio

Pada waktu itu dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Sepertinya pandangan saat itu masih kuat, bahwa sakit itu diakibatkan karena gangguan kuasa roh jahat. Apakah orang itu bisu semenjak lahir, tidak diterangkan dalam Injil hari ini. Maka heranlah orang banyak, katanya: 'yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel'. Banyak orang kagum akan kehadiran Yesus yang membawa sukacita, tetapi tak dapat disangkal orang Farisi berkata: 'dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan'. Mengapa mereka sampai berkata seperti itu? Alasan apa mereka mengatakan Yesus mengusir dengan kuasa kegelapan? Apakah karena mereka selalu memandang negatif terhadap orang lain, terlebih-lebih kepada Orang Nazaret ini?

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Karya pewartaan dan penyembuhan seringkali berjalan serentak memang. Apakah bisa dimengerti pada jaman Yesus saja, yang memang pada waktu itu karya medis belum tumbuh dan berkembang? Atau karena memang masih adanya anggapan derita dan sakit selalu disebabkan oleh kuasa kegelapan? Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Belaskasih Allah memang selalu menjiwai hati Tuhan kita Yesus Kristus. Dia selalu ada untuk umatNya, dan memang Dia tidak menghendaki umatNya tercerai-berai dan tidak dalam keadaan selamat.

'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit', tegas Yesus kepada para muridNya. 'Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Yesus membahasakan sungguh kepada Siapa mereka harus meminta. Pertama, Yesus tidak menyebut nama Bapa atau kepadaKu. Yesus membahasakan sesuai dengan konteks pembicaraan, yakni Sang Empunya tuaian yang tidak lain dan tidak bukan adalah Tuhan Bapa sendiri. Kedua, Yesus melibatkan para murid untuk ikut berani meminta dan meminta kepada Tuhan. Yesus tahu memang apa yang menjadi kebutuhan umatNya. Yesus tahu akan perlunya mengutus para pekerja, tetapi Yesus meminta kepada para muridNya untuk berani ikut bertanggungjawab dalam karya pelayanan. Sebab bukankah para pekerja untuk tuaian itu adalah dari antara mereka sendiri? Penegasan Yesus disini menantang kita semua untuk semakin berani bertanggungjawab akan segala yang kita kehendaki dan perlukan.

Dengan menjadi manusia dalam arti tertentu Yesus pun akhirnya dibatasi oleh hukum alam. Yesus harus makan dan minum. Yesus pun harus berjalan kesana kemari bila hendak menyampaikan Injil Kerajaan. Ajakan untuk meminta kepada sang Empunya Tuaian juga mengingatkan, bahwa selama menjadi manusia Yesus juga hanya melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya. Ajakan Yesus untuk meminta juga mengingatkan kita semua akan Bapa yang menata seluruh kehidupan ini. Malaikat yang diutus untuk menjumpai Yakub dan bergulat dengannya pun mengalami kekalahan dari Yakub (Kej 32: 22-32), karena Yakub lebih perkasa dan malaikat itu tetap menunjukkan kemanusiaan dirinya yang amat terbatas.  

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau tidak pernah membiarkan salah satu anak-anakMu menghilang atau binasa, begitu banyak tugas yang Engkau emban. Ajarilah kami untuk berani memohon kepadaMu, agar mampu melakukan tugas dan kehendakMu, sehingga semakin banyak orang menikmati kasihMu. Amin

 

 

Contemplatio

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012