Selasa Pekan Biasa XV, 18 Juli 2017

Kel 2: 1-15  +  Mzm 69  +  Mat 11: 20-24

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."

 

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya. Yesus sepertinya mengharapkan pertobatan orang-orang yang telah mendapatkan pelbagai karuniaNya. Pertobatan semata-mata hanya demi keselamatan orang-orang yang dikasihiNya, dan bukan untuk kemuliaan Allah. Kecaman Yesus itu apakah sebuah amarah atau peringatan keras? 'Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu'. Kecaman keras bagi Khorazim dan Betsaida. Mengapa sebenarnya mereka tidak mau bertobat? Memang orang begitu bergembira ketika menerima sesuatu, tetapi tidaklah demikian kalau mereka diminta berani memberi. Ketidak beranian seseorang untuk memberi sekaligus menunjukkan, bahwa seseorang tidak mau bertobat dan bertobat. Sebab bukankah pertobatan adalah pemberian diri seseorang kepada Tuhan untuk dipimpinNya, dan melakukan kehendakNya? Pertobatan memang adalah sebuah ucapan syukur seseorang atas anugerah yang dilimpahkan Tuhan.

'Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu'. Kapernaum sepertinya tidak berbeda jauh dengan Betzaida dan Khorazim. Sekali lagi, mengapa mereka tidak mau mengucap syukur kepada Tuhan?

'Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?', kata-kata yang keluar dari seorang Ibrani yang telah mendapat teguran Musa mengapa engkau pukul temannya (Kel 2: 1-14). Seharusnya mereka berani bersyukur karena diingatkan sebagai bangsa yang hidup dalam kesulitan pada saat itu. Namun sepertinya jiwa yang tidak tahu berterima kasih akan membuat segala yang baik menjadi buruk adanya. Kecenderungan insani memang seringkali mencari kepuasan diri. Sikap-sikap inilah yang membuat banyak orang seperti orang-orang Khorazim, Betzaida dan Kapernaum.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, seringkali kamipun gampang untuk menerima, dan menganggap itu adalah hasil usaha kami tanpa menyadari bahwa semua itu adalah anugerahMu. Ajarilah kami agar dapat bersyukur atas setiap hal dalam hidup kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening