Senin Pekan Biasa XVI, 24 Juli 2017

Kel 14: 5-18  +  Mzm  +  Mat 12: 38-42

 

 

Lectio

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."  Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus! Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"

 

 

Meditatio

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: 'Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu'. Mengapa Yesus berkata-kata seperti itu? Tidak cukupkah segala karya yang telah dilakukan oleh Orang Nazaret yang satu ini menjadi tanda perutusanNya? Atau memang mereka ini hendak mencobai Yesus saja?  Jawab Yresus kepada mereka: 'angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda'. Yesus tahu benar isi hati orang-orang yang dikasihiNya ini. Mereka bertanya dan bertanya seperti itu karena memang hati dan budi mereka yang jahat, dan menolak keberadaan dan kehadiranNya. 'Kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus'. Penegasan Yesus ini mengingatkan, agar mereka harus berani betobat. Sepeti orang-orang Niniwe bertobat, demikianlah mereka hendakanya, bahkan akan mendapatkan tanda yang lebih indah lagi, kalau mereka berani bertobat.

'Seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam'. Inilah misteri penyelamatan yang hendak dilaluiNya. Secara sadar Yesus menegaskan apa yang hendak dikerjakanNya nanti di akhir hidupNya. Pengalaman Yunus menjadi semacam gambaran akan apa yang dilakukan Yesus sendiri. Dia bukan hanya mengingatkan banyak orang supaya bertobat, sebagaimana yang dilakukan Yunus, melainkan Dia menebus dan menyelamatkan seluruh umat manusia. Dia Anak Manusia akan menjadi jaminan penebusan Allah bagi seluruh umatNya. Dan yang mengejutkan, 'pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini'.  Semua akan dibangkitkan, tetapi orang-orang Niniwe akan menghukum angkatan yang jahat ini. Bukan saja orang-orang Niniwe yang menghukum mereka, melainkan dan bahkan ratu dari Selatan pun bangkit dan ikut menghukum mereka, orang-orang jahat yang tidak percaya kepada Anak Manusia. Orang-orang Niniwe dan Ratu dari selatan menikmati hal yang indah dan mulia, karena kepercayaan mereka kepada Yunus dan Salomo, padahal yang ada di sini lebih dari pada Yunus dan Salomo, tegas Yesus sendiri. Seharusnya angkatan atau orang-orang sejaman Yesus mendahului menikmati keselamatan, mereka harus berdiri di barisan terdepan dalam KerajaanNya, karena memang keberadaan dan kedekatan mereka dengan Yesus Mesias. Namun semuanya itu tidak mereka nikmati dalam keseharian hidup mereka. Mereka adalah bangsa terpilih, tetapi tidak mau menikmatinya dengan penuh syukur.

Kehadiran Yesus saja memang tidak membuat banyak orang mau menikmatinya, maka wajarlah kalau banyak orang enggan mendengarkan janji-janji dari Allah. Berkali-kali Allah berjanji untuk melindungi Israel, umatNya, bangsa yang dipilihNya, tetapi mereka tidak mau setia mendengarkannya, terlebih ketika mereka berhadapan dengan kenyataan yang tidak mereka inginkan. Mereka hanya ingin menjadi orang-orang yang dimanjakan. 'Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini' (Kel 14: 10-11). Itulah keluh-kesah orang orang Israel, ketika mereka menoleh dan melihat orang-orang Mesir bergerak menyusul mereka.  Kiranya beranilah kita bertanya-tanya: adakah dalam perlindungan Tuhan seseorang yang dikasihiNya binasa? Kehadiran yang langsung dapat dinikmati secara indahnya dalam Yesus Kristus kiranya membuat orang semakin percaya dan berpasrah kepadaNya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau begitu sabar dan penuh belaskasih. Namun itulah, belaskasihiMu seringkali kami abaikan, karena kedegilan hati dan budi kami. Kami tak segan-segan mencobai Engkau. Ampunilah dosa dan kesalahan kami. Amin.

 

 

Contemplatio

'Seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam'.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening