Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga, 13 Agustus 2017

Why 12: 1-6  +  1Kor 15: 20-26  +  Luk 1: 39-56

 

 

Lectio

Beberapa waktu kemudian setelah menerima kabar sukacita dari malaikat berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

 

Meditatio

Beberapa waktu kemudian setelah menerima kabar sukacita dari malaikat berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Dengan siapa Maria berjalan dari kampung halamannya ke kota Yehuda? Apakah dia berjalan seorang diri? Apakah diantar oleh seseorang yang memegang pelana kuda? Berapa jauh perjalanan pada waktu itu? Lukas sepertinya merasa tidak perlu menceritakan peristiwa itu secara detail. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Salam kepada Zakharia pun tidak diceritakannya. Apakah memang Zakharia sedang berada di luar ketika Maria datang? Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya. Sebuah pengalaman yang amat manusiawi. Anak dalam Rahim melonjak kegirangan karena rasa sukacita yang amat besar. Sukacita ibu menjadi sukacita anak yang ada dalam rahimnya. Anak merasakan sukacita yang mendalam itu, karena memang anak adalah buah hati dari kedua orangtuanya.

Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus. Segala yang dimilikinya terasa hidup kembali. Sapaan Maria membangunkan kembali segala yang dimilikinya, sebab Elizabet pun hanya karena kuasa Roh Kudus dan kehendakNya dapat menerima kehadiran sang buah hati dalam rahimnya. Lalu berseru dengan suara nyaring: 'diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu'. Maria sungguh terberkati dari antara perempuan yang ada. Elizabet pun merasa kalah dengan berkat yang diterima oleh Maria gadis muda ini; dan terlebih sungguh terberkati dan sucilah Rahim yang dimiliki Maria karena mampu menerima kehadiran sang Kehidupan itu sendiri. Maria memberi tempat yang istimewa bagi sang kehidupan dalam hidupnya. Anak yang dikandung Maria benar-benar sang Kehidupan dan Buah Hatinya. 'Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?'. Elizabet benar-benar merundukkan diri di hadapan perempuan muda ini. Kenapa? Karena dia adalah ibu Tuhan. Ada Tuhan dalam diri perempuan muda ini. Anak yang dikandung Maria adalah Tuhan Allah sendiri yang menjadi manusia. Elizabet merasa tak berdaya berdiri di hadapan Maria dan sang Anaknya.

'Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'. Elizabet merasa tak berdaya di hadapan Maria, tetapi dia merasakan sukacita yang amat mendalam, sampai-sampai dirasakan oleh sang buah hatinya sendiri. Diapun ikut melonjak kegirangan. Sapaan Maria saja sudah menyentuh hati dan budi Elizabet. Dan tak dapat disangkal, kedua utusan Tuhan berjumpa dalam dunia yang kini masih mengikatnya.

'Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'. Elizabet tidak hanya memuji Maria, melainkan setiap orang yang percaya kepada sabda Tuhan. Kepercayaan memang haruslah keluar dari dalam hati, dan tidak perlu dipaksakan oleh Zakharia, yang menimbulkan hukuman atau tanda pada dirinya sendiri; dan kepercayaanlah yang membuat setiap orang menemukan rahmat dan berkat yang sudah ditentukan Tuhan. Orang-orang Nazaret tidak menikmati aneka mukjizatNYa karena ketidakpercayaan mereka sendiri.

Injil hari ini mengedepankan dua tokoh perempuan besar dalam pengalaman akan Allah. Mereka berdua mempunyai kerendahan hati yang luar biasa dalam relasi persaudaraan. Maria sadar akan keberadaan Elizabet yang memerlukan uluran tangan penuh belaskasih. Sebab dia mengandung di usianya yang sudah lanjut. Sebaliknya, Maria sadar akan keberadaan dirinya yang masih relatif muda dalam pengalaman hidup, berani belajar dari seseorang yang berusia, yang sudah banyak makan garam kehidupan. Namun lebih lagi, Elizabet tahu benar siapakah perempuan muda yang berdiri dan mengunjungi dirinya saat itu. Dia adalah ibu Tuhan. Elizabet sadar sungguh, bahwa dirinya hanya menjadi ibu Nabi, dari sang buah hati yang kini di dalam rahimnya. Gereja pun sadar, Maria memang orang yang sungguh terberkati. Gereja sadar bahwa 'sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya' (1Kor 15: 22-23). Siapakah orang yang pertama menikmati kemuliaanNya itu? Gereja tanpa ragu-ragu menyebut, dialah Maria. Sebab memang Marialah satu-satunya orang yang berani berkata: aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu.  Maria pun sadar bahwa semuanya ini terjadi karena 'Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar padaku, dan namaNya adalah kudus; dan bahkan rahmatNya akan turun-temurun kepada semua orang yang takwa' (Luk 1: 49-50). Dalam diri Maria terpenuhilah nubuat yang disampaikan dalam kitab Wahyu, bahwa seorang perempuan yang berselubungkan matahari dan bulan di bawah kakinya, dan sebuah mahkota dengan duabelas bintang berada di  kepalanya (Why 12).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang beriman kepadaMu bukan melalui mukjizat hebat yang membuat kami percaya, tetapi sabdaMu sendiri. Seperti Elizabet yang mampu memuji Maria sebagai wanita yang terberkati.

Santa Maria bunda Allah, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

'Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening