Jumat dalam Pekan Biasa XVIII, 11 Agustus 2017

Ul4: 32-40 +  Mzm 77  +  Mat 16: 24-28

 

 

Lectio

Sekali peristiwa Yesus bersabda

kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya'.

 

Meditatio

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: 'setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'. Inilah tuntutan yang diminta Yesus dari para muridNya, tentunya kepada kita semua. Apa artinya mengikuti Yesus, apa artinya percaya kepadaNya. Ia harus menyangkal dirinya, berarti tidak mengikuti kemauan dan kepuasan diri. Orang harus berani berpantang dan tidak mengikuti ego diri sendiri. Memikul salibnya berarti harus berani menderita dan siap menghadapi aneka tantangan dan rintangan. Tidak mudah melarikan diri bila ada perlawanan terhadap dirinya. Dan mengikut Aku berarti segala yang diajarkanNya harus menjadi pedoman dan patrun kehidupan kita bersama.

'Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya'. Penyataan sama yang ditegaskan Yesus kemarin sebagaimana kita merayakan santo Laurentius. Setiap murid diajak untuk tetap setia sampai akhir hidup, bahkan kalau harus mengurbankan diri dan menyerahkan diri untuk dibunuh. Barangsiapa bertahan sampai akhir, dia akan selamat. Bukankah hidup sejati hanya diperoleh daripadaNya, maka kita harus tidak melarikan diri daripadaNya? Maka benarlah apa yang ditegaskan Yesus: 'apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?'. Bukankah hidup memang adalah milik Allah?Ada baiknya kalau hidup ini selalu kita satukan dengan sang Empunya kehidupan itu sendiri.

'Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya'. Dia akan membedakan ilalang  dan gandum, kawanan domba dan kawanan kambing, yang semuanya ini akan terjadi kelak pada akhir jaman. Semuanya itu dilakukanNya berdasarkan pilihan kita sendiri, yang mau memilih keselamatan atau kebinasaan. Kita diminta untuk selalu siap sedia mempertanggungjawabkan hidup kita ini. 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya'. Siapakah yang dimaksudkan Yesus? Akukah?

'Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya' (Ul 4: 40). Inilah permintaan Tuhan kepada umat Israel setelah Dia menyatakan keagungan dan keperkasaanNya. Mengikuti kehendak dan perintah Tuhan memang mendatangkan keselamatan. Santa Klara malah menegaskan berbahagialah jiwa yang diperkenankan untuk menghayati hidup ini bersama Kristus. Adakah jiwa yang tidak diperkenankan? Jiwa yang tidak mau tahu akan perintah Tuhan yang sepertinya malah menjadi perhatian kita bersama.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami agar mampu hidup menurut kehendakMu, tidak mengandalkan kekuatan diri, dan  siap ketika menghadapi aneka tantangan. Agar kamipun kedapatan setia pada akhirnya, serta dapat menikmati keselamatan daripadaMu. Amin

 

Contemplatio

'Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya'.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening