Jumat Pekan Biasa XX, 25 Agustus 2017


Rut 1: 3-6  +  Mzm 146 +  Mat 22: 34-40

 

 

Lectio

Pada waktu itu ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka  dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:  "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"  Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

 

 

Meditatio

Pada waktu itu ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka  dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia. Sekali lagi kembali mereka hanya ingin mencari kesalahan sesama, terlebih sang Guru dari Nazaret ini. Mereka hanya ingin sang Guru kita ini jatuh oleh kata-kataNya sendiri dan mendapatkan hukuman.  'Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?'. Mengapa mereka menanyakan perihal hukum yang terutama? Apakah mereka akan membandingkan dengan hukum-hukum lainnya, bila Yesus menyebut salah satu hukum yang ada dalam hukum Taurat? Pertanyaan ini mengandaikan mereka memang memahami sungguh aneka hukum yang tersurat dalam kitab Taurat. Sekali lagi mereka hanya ingin menjerat Yesus dengan kata-kataNya sendiri.

'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama', tegas Yesus. Tuhan Allah harus diutamakan dalam segala hal. Bukan saja asal ingat Tuhan, melainkan harus menaruh hormat kepada Tuhan dengan seluruh kekuatan rohani dan jasmani hidup. 'Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu', tambah Yesus. Walaupun sebagai hukum kedua, tetapi mempunyai bobot sama dengan hukum pertama. Hukum pertama mengandaikan hukum kedua, dan sebaliknya. 'Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri'. Bobot dan kualitas mengasihi sesama sama dengan mengasihi Tuhan Allah yang harus dilakukan dengan segenap hati, segenap pikiran dan segenap tenaga. Yesus mengajarkan cinta dan perhatian kepada sesama, karena dengan mengasihi sesama seseorang akan menemukan kehadiran Tuhan Allah sendiri. Bukankah setiap orang tercipta sesuai dengan gambarNya? Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang paling hina ini, engkau telah melakukannya bagiKu, itulah sabda Yesus sendiri kepada kita. Bagaimana kita dapat mengasihi Tuhan yang tak kelihatan, kalau terhadap mereka yang kelihatan saja kita tidak menaruh perhatian. Sekaligus, bagaimana kita merunduk-runduk dalam berdoa siang malam, tetapi ternyata tidak menaruh hormat sedikitpun terhadap sesama, malah semena-mena terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita? Bisa-bisa hidup doa hanya menjadi suatu pelarian diri dari kenyataan hidup.

'Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi', tegas Yesus.

Ruth yang begitu setia terhadap Naomi, mertuanya, karena dia melihat iman Naomi yang membuat mertuanya ini begitu setia dalam hidupnya. Ruth tidak perlu membaca kitab Taurat dan kitab para Nabi, karena yang tersurat dalam kitab-kitab itu diungkapkan oleh Naomi sang mertua. Bangsamulah bangsaku, dan Allahmulah Allahku (Rut 1), kata-kata itu terungkap karena Ruth mampu melihat sesuatu yang indah yang dihayati oleh Naomi mertuanya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, mampukan kami untuk mengasihi Engkau dengan segenap hati, jiwa dan akal budi melalui perhatian dan perbuatan kami terhadap sesama kami. Sebab dengan mengasihi sesama kami menemukan sukacita yang memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami, karena Engkau hadir di dalamnya. Terima kasih ya Yesus atas pendampinganMu ini. Amin

 

Contemplatio

'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama'.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening