Kamis Pekan Biasa XVII, 3 Agustus 2017

Kel 40: 16-38 + Mzm 84 + Mat 13: 47-53

 

 

Lectio

Dalam pengajaranNya Yesus bersabda: 'hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?'. Dan mereka menjawab: 'ya, kami mengerti'. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: 'karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya'.

Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.

 

Meditatio

'Hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang', kata Yesus dalam pengajaranNya kepada banyak orang. Lagi-lagi kita mendengar kembali tentang adanya pemisahan antara yang baik dan yang tidak baik, seperti Injil yang kita dengarkan Selasa kemarin. Bahwasannya, yang baik dan yang buruk dibiarkan dalam kebersamaan sampai waktunya tiba. Sebab memang bukankah Tuhan Allah mengasihi setiap orang tanpa terkecuali? Kapan akan terjadi pemisahan itu?

'Pada akhir zaman: malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'. Pada akhir jaman akan ada pemisahan antara yang baik dan yang tidak baik, dan semua itu akan terjadi hanya dari pihak Tuhan, berdasarkan pilihan orang-orang yang dikasihiNya.

Mengapakah Yesus menyampaikan hal pemisahan dan penghakiman sampai dua kali dalam satu pengajaranNya?

Tentunya ini adalah hal yang sangat penting, sekaligus guna mempertegas perumpamaan sebelumnya mengingat kemampuan para pendengar dalam memahami sabda dan kehendakNya. Yesus tetap menegaskan hal itu dengan bertanya: 'mengertikah kamu semuanya itu?', dan mereka pun menjawab: 'ya, kami mengerti'. Kemampuan akan budi mengenal sesuatu meneguhkan iman seseorang, karena memang akal budi dikondisikan oleh sang Pencipta sendiri untuk menempatkan setiap pribadi menyadari keberadaan diri sebagai ciptaan dan milik dari sang Pencipta. Namun tidaklah maksud Allah mengunci keberadaan manusia, melainkan tetap adanya kehendak bebas dari setiap ciptaan untuk bertindak setelah memikirkannya.

'Setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya'. Mereka para ahli Taurat sangat menguasai perjanjian lama, dengan adanya ajaran Yesus tersebut, diharapkan mereka mampu memahami hal-hal baru yang diajarkan Yesus dengan apa yang selama ini mereka kuasai dalam tradisi Yahudi, sekaligus memperbaharuinya agar semua yang dimilikinya itu tetap up to date dalam kesehariannya, baik di sini  maupun di sana.

Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.

 

Oratio

Ya Yesus, Engkau memberi pesan yang begitu penting, bahwa akan ada pemisahan di akhir jaman. Maka ajarilah kami agar mampu memilih yang baik dalam hidup ini, tidak hanya sebatas mendengarkan sabdaMu, tetapi mampu menjadi pelaku sabda, supaya kelak kami dapat menikmati sukacita surgawi. Amin

 

Contemplatio

'Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening