Kamis Pekan Biasa XXI, 31 Agustus 2017

1Tes 3: 7-13 + Mzm 90 + Mat 24: 42-51

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus bersabda kepada orang-orang yang mendengarkanNya: 'berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.  Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.  Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga. Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?  Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,  maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus bersabda kepada orang-orang yang mendengarkanNya: 'berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang'. Orang yang berjaga memang siap menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi.  'Ketahuilah ini: jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.  Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga'. Kapan kedatangan Anak Manusia? Apakah yang dimaksudkan dengan kedatangan anak Manusia itu adalah akhir jaman? Atau memang akhir jaman setiap orang? Bisa juga memang. Namun tak dapat disangkal, kehadiran Tuhan itu setiap saat bisa terjadi, entah sesuai dengan kemauan kita atau tidak, bahkan seringkali tidak sesuai dengan perkiraan diri kita. Kita diminta untuk berani berjaga-jaga, agar kita siap sedia menerimaNya. Hanya hati yang berjaga dapat menerima kehadiran Tuhan sang Empunya kehidupan. Bukankah kehadiranNya selalu membahagiakan? Bukankah Dia tidak pernah tidur dalam menolong kita umatNya? Hanya orang-orang yang berjaga adalah mereka yang siap sedia menerima kehadiran Allah yang menyelamatkan. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai mata hati. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai iman.

'Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?  Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,  maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'. Hanya orang-orang yang berjaga sepertinya akan mendapatkan kepercayaan dari Tuhan Allah untuk mendapatkan anugerahNya. Mereka adalah orang-orang yang setia dan bijak dalam hidupnya. Setia karena dia selalu berjaga dan mengandalkan kekuatan dari Tuhan Allah. Dia tahu tanpa Tuhan Allah dirinya tidak dapat berbuat sesuatu dengan baik dan indahnya. Dia tahu, bahwa dirinya adalah manusia yang lemah. Dia tahu bahwa Tuhan Allah adalah Allah yang baik dan penuh belaskasih. Bijaksana dia, karena memang dia berani memilih yang terbaik bagi hidupnya dan bagi banyak orang. Dia adalah orang yang menempatkan Tuhan Allah di atas segala kepentingan lain. Orang-orang yang berjaga adalah mereka yang selalu bersyukur kepada Tuhan, sebagaimana dicontohkan oleh Paulus (1Tes 3: 9), sebab hanya ucapan syukurlah yang dapat kita lambungkan kepadaNya; lagi pula hanya pada Dialah kita harus bersyukur, sebab segala sesuatu adalah pemberian daripadaNya.

 

Oratio

Yesus Kristus, teguhkanlah iman kami kepadaMu agar setia dan bijak dalam hidup kami. Bersyukur dan selalu mengandalkan Engkau, sebab apapun yang kami miliki adalah anugerah dariMu. Amin

 

Contemplatio

'Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening