Pesta Santo Laurentius, 10 Agustus 2017

2Kor 9: 6-10 +  Mzm 112  +  Yoh 12: 24-26

 

 

Lectio

Sekali peristiwa Yesus bersabda: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa'.

 

Meditatio

Sekali peristiwa Yesus bersabda: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah'. Biji harus ditanam. Itulah memang rumusan biji yang ditaburkan dalam tanah. Demikianlah 'barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal'. Yang semuanya tentunya harus dipersembahkan kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Dia tidak takut mengurbankan nyawa demi pengenalannya terhadap Tuhan Yesus, sebagaimana yang telah dilakukan Yesus sendiri demi kita umatNya. Dia tidak mencintai nyawa, bukan karena dia bunuh diri, dan tidak menghormati hidup, melainkan dia sungguh-sungguh berani merelakan nyawanya karena ingin tetap setia mengikuti Yesus. Dia tidak takut mati, karena ingin setia pada imannya. Kiranya yang menjadi kekhasan setiap orang yang merelakan nyawa demi imannya adalah, bahwa dia selalu penuh sukacita dalam karya pelayanannya. Kematian bukanlah kenyataan pahit dan menakutkan, melainkan diterimanya dengan sukacita. Kematian juga bukan pelarian, melainkan pemberian diri. Maka benar apa yang dikatakan Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus, bahwa Allah mengasihi orang-orang yang memberi dengan penuh sukacita, karena setiap orang juga hendaknya memberi dengan kerelaan hati dan bukan dengan sedih hati dan terpaksa. (2Kor 7: 7)

'Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada'. Inilah kekhususan mengikuti Yesus Kristus; bukan dengan berpangku tangan, melainkan melakukan segala yang telah dikerjakanNya bagi kita umatNya. Dia telah berani tinggal di kayu salib, demikianlah orang yang percaya kepadaNya, harus berani tinggal di kayu salib. Sebab dari kayu saliblah orang akan menikmati kemuliaan, sebagaimana yang dilakukan Yesus. Barangsiapa mau mengikuti Aku harus berani menyangkal diri dan memikul salibnya, itulah yang pernah dikatakanNya juga kepada setiap orang. 'Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa'. Sebab memang Aku ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Aku.

Laurentius berusaha mengimani semua yang disabdakan Yesus ini. Dialah seorang diakon yang siap menjadi martir, karena cintanya kepada Tuhan.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami agar berani mengikuti Engkau dengan siap menghadapi aneka tantangan dan juga berani memberi dengan sukacita. Sebab dengan memberi kami semakin mendapat, sukacita dan kemuliaanMu kelak.

Santo Laurentius, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening