Sabtu dalam Pekan Biasa XVIII, 5 Agustus 2017

Im 25: 8-17 +  Mzm 67  +  Mat 14: 1-12

 

 

Lectio

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.  Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."  Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"  Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,  sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.  Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."  Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

 

Meditatio

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Seberapa cepat berita itu sampai juga kepada Herodes? Peristiwa apa yang membuat dan mengawali berita itu sampai kepada Herodes? Namun semua yang didengar oleh Herodes adalah segala berita baik, yakni tentang segala sesuatu yang dikerjakan Yesus.  'Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya', komentar Herodes kepada para pegawai tentang siapakah Yesus itu. Herodes menemukan banyak kesamaan antara Yesus dan Yohanes Pembaptis. Herodes teringat sungguh akan Yohanes, karena memang Herodeslah aktor intelektual dari terjadinya pembunuhan terhadap Yohanes Pembaptis.

Kiranya peristiwa Yohanes Pembaptis mengingatkan juga akan keutuhan keluarga yang harus mendapatkan perhatian utama. Keluarga adalah wadah untuk menunjukkan kasih sayang terhadap sesama. Keluarga bukan untuk mencari egoisme diri, malah sebaliknya menaburkan benih-benih cinta kasih yang harus diawali dalam dan bersama keluarga. Persoalan Herodes dan Herodias menunjukkan adanya ketidaksetiaan dalam keluarga. Demikian juga relasi Herodias dan putrinya menyatakan adanya kebiasaan melakukan kejahatan dalam keluaga. Apakah mereka keluarga bahagia? Tentunya jauh dari kebahagiaan dan sukacita, sebab mereka mencari kepuasan diri.

Sebetulnya peristiwa pahit apapun menjadi jalan menempuh keselamatan. Kiranya pengetahuan Herodes akan Yohanes Pembaptis, dan sekarang ini terhadap Yesus menjadi peluang istimewa untuk bertobat dan kembali kepada keselamatan.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami semakin memahami peristiwa demi peristiwa kehidupan sebagai usaha mengenal Engkau, karena memang Engkaulah sang Empunya kehidupan ini. Amin

 

Contemplatio

'Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening