Sabtu Pekan Biasa XVIII, 12 Agustus 2017


Ul 6: 4-13  +  Mzm 18  +  Mat 17: 14-20

 

 

Lectio

Sekali peristiwa ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."  Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga. Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu'.

 

Meditatio

'Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita', pinta seseorang yang datang kepada Yesus. Ia langsung bertelut di hadapan Yesus dan minta. Siapakah dia itu tidak diketahui namanya. 'Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya'. Mengapa para murid tidak bisa melakukannya? Bukankah mereka telah diberi kuasa yang hebat, ketika mereka mendapatkan tugas perutusan daripadaNya?

'Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat', sahut Yesus kepada orang itu. 'Berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!'. Apa arti penyataanNya ini? Apakah Yesus sudah tidak sabar lagi dengan umatNya? Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga. Yesus sungguh berkuasa.

'Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?', kata murid-murid kepada  Yesus. Ia berkata kepada mereka: 'karena kamu kurang percaya'. Iman kepercayaan mampu melakukan segala sesuatu; tidaklah demikian dengan kuasa yang mereka telah terima. 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu'. Berkat iman, segala yang tidak mungkin kita lakukan dapat kita kerjakan, karena memang Tuhan Allah sendiri yang berkarya dalam diri kita. Tuhan yang melakukan, dan kita mempercayainya.

'Apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah' (6: 10-13). Perintah ini sepertinya dilupakan oleh para murid yang telah menerima aneka karunia dalam tugas perutusanNya. Mereka merasa mampu, tetapi tidak mempercayainya, bahwa dirinya mampu, dan terlebih mereka sepertinya lupa mewartakan segala kebaikan Tuhan yang mereka terima. Bukankah semua diterimanya dan mereka diminta untuk berani memberi dan membagikannya dengan cuma-cuma?

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah iman kami kepadaMu, bahwa tidak ada yang mustahil, Engkau sendiri yang menyertai dan memampukan kami dalam setiap karya dan tugas pelayanan kami. Sekecil apapun, kami percaya Engkau selalu hadir di dalamnya. Terima kasih ya Yesus, atas rahmat kasihMu ini. Amin

 

Contemplatio

'Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening