Selasa Pekan Biasa XIX, 15 Agustus 2017

Ul 31: 1-8  +  Mzm  +  Mat 18: 1-5.10.12-14

 

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."

 

Meditatio

'Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?', tanya para murid kepada Yesus. Mengapa mereka tidak bertanya terlebih dahulu bagaimana supaya dapat masuk Kerajaan Surga dengan mudah? Apakah mereka sudah yakin diri bahwa akan masuk surga karena mengikuti sang Guru? Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'. Sebaliknya Yesus malah mengingatkan, agar setiap orang harus berani bertobat dan bertobat supaya dapat masuk Kerajaan Surga. Bertobat di sini tentu artinya tidak saja berubah haluan yang sebelumnya terbiasa tenggelam dalam kuasa dosa, dan sekarang mau membebaskan diri dari kuasa dosa, juga keberanian untuk selalu mengamini sabda dan kehendak Tuhan. Bertobat berarti selalu menyelaraskan hidup dengan kehendak dan perintah-perintah Tuhan.

'Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga'. Orang yang selalu siap sedia menjadi sesama bagi orang lain, sebagaimana diteladankan orang Samaria yang baik hati. Orang yang selalu memperhatikan sesama, orang yang mau menjadi pelayan bagi sesamanya, ternyata merekalah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Semuanya harus dicontoh, sebagaimana dilakukan seorang anak kecil yang selalu mentaati kehendak orangtuanya, yang sekaligus amat bersandarkan pada kasih ayah dan ibunya. Sikap seperti anak kecil yang taat dan berpasrah diri kepada kedua orangtuanya inilah yang kiranya menjadi patrun bagi setiap orang dalam mengikuti sang Empunya kehidupan.

Kerendahan hati seorang Musa juga kiranya menjadi contoh bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan dan aktif dalam karya pelayanan terhadap sesama. Musa yang pernah diingatkan oleh Tuhan Allah, bahwa dia tidak akan masuk ke dalam tanah terjanji, tetap setia mengajak umatNya untuk tetap setia kepada Tuhan Allah yang akan menyertai mereka; kepada Yoshua pun dia tetap mengingatkan juga hal itu (Ul 31: 1-8). Musa tidak putus asa, walau tidak diperkenankan masuk pada tanah terjanji, dan dia tetap menyemangati orang-orang Israel sebagai kaum yang dikasihiNya.

'Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku', tegas Yesus. Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang hina ini, engkau telah melakukannya bagiKu.  Anak kecil adalah anggota dari mereka yang harus diperhatikan dan dihormati. Mereka sama seperti kita, tercipta sesuai dengan gambar Allah sendiri, hanya saja mereka belum mampu bertindak segesit dan secepat kita yang sudah dewasa. 'Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini, karena ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga'. Anak kecil itu semartabat dengan kita semua. Mereka adalah milik Allah sama seperti kita.

'Bagaimana pendapatmu?', tambah Yesus yang hendak menambahkan pengajaranNya.  'Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat'. Sebuah perumpamaan yang amat bagus. 'Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'. Allah tidak ingin kehilangan satu pun orang-orang yang dikasihiNya. Dia akan mencari dan mencari mereka yang tersesat dan memanggilnya kembali. Malahan keberanian setiap orang untuk bertobat mendapatkan tempat istimewa dalam KerajaanNya yang mulia.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau menghendaki kami bersikap seperti anak kecil yang selalu bergantung dan mengandalkan orangtuanya, tetapi seringkali kami malah egois dan mengandalkan kekuatan diri. Ampunilah kami ya Yesus, supaya kamipun mendapatkan tempat dalam kerajaanMu. Amin

 

Contemplatio

'Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga'.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening