Selasa Pekan Biasa XVIII, 8 Agustus 2017


Bil 12: 1-13 +  Mzm 51  +  Mat 15: 1-2.10-14

 

 

Lectio

Sekali peristiwa datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata: "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan." Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?" Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya. Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

 

Meditatio

Sekali peristiwa datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata: 'mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan'. Hal begitu kecil dan sederhana menjadi bahan persoalan. Apakah akibatnya seseorang tidak membasuh tangan sebelum makan? Apakah memang hukum Taurat sudah mengingatkan akan persoalan higienis? Apakah berdosa dengan tidak membasuh tangan sebelum makan?

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: 'dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang'. Dengan penegasanNya ini Yesus menyatakan, apalah artinya membasuh tangan, apalah artinya segala makanan yang masuk dalam tubuh kita manusia. Semuanya perlu kita lakukan, bahkan kita perlu makan dan minum, yang memang harus memperhatikan kesehatan diri, tetapi kembali soal kesucian ataupun kenajisan diri semata-mata berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Sebab dari dalam hati manusia muncul segala yang jahat juga, seperti 'percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang' (Mrk 7: 21-23).

Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: 'Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?'. Mengapa para murid berkata demikian? Apakah mereka takut mendapat terror dari kaum Farisi? Bisa saja mereka takut, dan memang harus bisa kita fahami, mengingat kaum Farisi banyak yang anti pati terhadap Yesus dan para muridNya. Namun tak dapat disangkal, jawaban Yesus tadi benar-benar melawan pandangan kaum Farisi yang mengandalkan hukum-hukum Perjanjian Lama. Jawab Yesus: 'setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya'. Yesus mengingatkan Allah akan menghancurkan segala yang tidak berkenan dan melawan kehendakNya yang menyelamatkan. Kedengarannya memang amat tidak menyenangkan, tetapi memang tujuan hidup hanya berujung pada keselamatan atau kebinasaan. 'Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang'. Dengan penyataanNya ini Yesus sengaja malahan melawan dan menantang kaum Farisi, karena memang mereka itu menjerumuskan dan mencelakakan banyak orang. Mereka diingatkan, bahwa mereka itu bagaikan orang tidak tahu apa-apa tetapi hendak memimpin sesamanya.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus Kristus, kadang kamipun lebih mengutamakan segala upacara yang menampilkan lahiriah saja. Ampunilah dan mampukan kami untuk semakin memahami sabdaMu dan melaksanakannya, yang membawa kami pada keselamatan. Amin

 

Contemplatio

'Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang'.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening