Selasa Pekan Biasa XX, 22 Agustus 2017

Hak 6: 11-24  +  Mzm 85 +  Mat 19: 23-30

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah'. Suatu penyataan yang amat keras tentang orang kaya. Kenapa orang kaya sulit masuk Kerajaan Surga? Tentunya berkaitan dengan orang muda kaya kemarin, yang enggan meninggalkan harta bendanya untuk menikmati sukacita surgawi. Ia lebih mementingkan harta benda yang dimiliki daripada masuk dalam Kerajaan Surga. Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka. Sebab betapa sulitnya mereka masuk surga, padahal mereka sudah berbuat baik kepada sesamanya. 'Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?', demikian komentar para muridNya. Kalau mereka saja yang sudah mampu memperhatikan sesamanya tidak bisa masuk dalam KerajaanNya, lalu siapakah yang dapat menikmatiNya? Bukankah memang semua orang membutuhkan harta benda untuk hidup?

Yesus memandang mereka dan berkata: 'bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin'. Penegasan Yesus ini malah menyatakan tidak ada tawar-menawar dalam hal keselamatan. Penegasan ini membenarkan, seekor unta lebih mudah masuk dalam lubang jarum daripada orang-orang kaya masuk dalam kerajaan surga? Tidak adakah peluang bagi mereka? Bukankah mereka sudah memperhatikan sesamanya? Ketidakmauan seseorang untuk mengutamakan Tuhan Yesus memang amat menyedihkan; dia benar-benar tidak menikmati Kerajaan Surga. Di sinilah memang iman kepercayaan benar-benar diminta untuk semakin hari semakin berkembang; walau tak dapat disangkal, kita sering meminta tanda-tanda daripadaNya agar kita semakin percaya. Para murid sulit percaya kalau unta itu lebih mudah masuk lubang jarum daripada orang kaya masuk Kerajaan Surga. Gideon saja yang mendapatkan kasih perlindungan dari Allah yang hadir di hadapannya pun masih meminta bukti, bahwa Dia Tuhan akan selalu mendampingi dirinya (Hak 6: 11-24).

'Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?', komentar Petrus yang sudah merasa meninggalkan segala-galanya dan mengikuti sang Guru. Apakah yang didapat seseorang yang berani meninggalkan segalanya-galanya dan mengikutiNya? 'Aku berkata kepadamu', sahut Yesus kepada mereka semua yang mendengarkanNya, 'sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel'. Inilah anugerah indah yang diterima oleh para murid. Mereka diminta untuk ambil bagian dalam menghakimi keduabelas suku Israel. Kemungkinan besar, karena iman para muridlah yang telah menjadi dasar bagi umatNya yang kudus; dan iman inilah yang memang dikehendaki oleh Tuhan Yesus sendiri. Waktu penciptaan kembali sepertinya terjadi kelak di akhir jaman, karena memang pada saat itulah orang-orang lahir kembali dalam sukacita surgawi. Itulah anugerah indah yang diterima para murid, rasulNya yang kudus.

'Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal'. Penegasan Yesus ini mengingatkan, bahwa semua yang dilakukan itu hanya demi Yesus Kristus sendiri. Dia tidak melarikan diri, tetapi lebih pada mengutamakan kehendak Allah dari segala-galanya. Dia meninggalkan banyak, tetapi akan mendapatkan kembali lebih banyak lagi, seratus kali lipat, dan bahkan hidup kekal, anugerah terindah dan menjadi kerinduan seluruh umat manusia.  Namun Yesus tetap mengharapkan agar tidak bersikap pamrih dalam menghayati iman, sebab semuanya itu merupakan hal priviligi Allah sendiri. Karena itu Yesus mengingatkan, 'banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami agar dapat mengutamakan kehendakMu di atas segala-galanya dan iman kami semakin hari semakin bertumbuh, bahwa hanya di dalam Engkaulah kami kelak menikmati sukacita surgawi. Amin

 

 

Contemplatio

'Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening