Senin Pekan Biasa XIX, 14 Agustus 2017

Ul 10: 12-22  +  Mzm 147  +  Mat 17: 22-27

 

 

Lectio

Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?" Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?" Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

 

 

Meditatio

'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan', kata Yesus kepada murid-murid-Nya, ketika bersama-sama di Galilea. Mengapa Yesus menyampaikan hal itu? Bukankah Galilea adalah tempat utama sang Guru berkarya? Tentunya Yesus mempunyai maksud untuk menyampaikan semuanya itu. Dia tidak mewartakan kabar gembira yang lepas dari kenyataan hidup sehari-hari, melainkan malah mengajak menikmati konkrit dengan penuh sukacita, kalaupun  salib harus dipangggulNya dalam kenyataan hidup ini. Mengikuti Kristus berarti hidup seperti Kristus sendiri hidup. Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali. Apa maksud kesedihan para murid ini? Apakah mereka memahami sungguh makna kematian yang harus dihadapi sang Guru? Atau memang mereka bersedih mengingat akhir hidup sang Guru adalah peristiwa kematian?  

'Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?', kata pemungut bea Bait Allah kepada Petrus ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Orang itu berkata demikian, karena Yesus sebagai seorang Guru sering memakai fasilitas bait Allah. Dia tidak tahu kalau Yesus adalah Empunya bait Allah, sebagaimana sudah pernah dinyatakanNya sendiri ketika Dia berusia duabelas tahun dan tertinggal di bait Allah. 'Memang membayar', sahut Petrus. Petrus menjawab karena dia tentunya tahu selama ini apa yang dikerjakan komunitas mereka.

Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: 'apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?'. Yesus sepertinya mau menanggapi pertanyaan pemungut bea tadi. Jawab Petrus: 'dari orang asing!'. Maka kata Yesus kepadanya: 'jadi bebaslah rakyatnya'. Apakah para murid bersama Guru dianggap sebagai orang asing? Kalau tidak, mengapa mereka diminta membayar pajak, bukankah mereka adalah warga bangsa Yahudi? 'Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga'. Tidaklah sulit bagi Yesus untuk membayar pajak. Sebab bukankah seluruh bumi ini adalah milikNya? Demikian tentunya setiap orang yang percaya kepadaNya, yang mengikuti Dia, tetap terpanggil untuk mengikuti segala aturan manusia dalam hidup bersama, bahkan hukum alam pun kita tetap terikat. Sebaliknya berani memberi lebih, dan bukan karena kekurangan yang kita punyai. Bukankah Allah telah menganugrahi kita dengan pelbagai karuniaNya dan kita diminta untuk berani membaginya dengan cuma-cuma?

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami tahu mengikuti Engkau bukanlah berarti bebas dari segala penderitaan serta aturan hukum yang berlaku. Kami tetap mau menjalaninya, karena kami percaya Engkau tidak pernah meninggalkan kami, Engkau selalu mendampingi dan menguatkan kami. Terima kasih ya Yesus untuk anugrahMu ini. Amin

 

Contemplatio

'Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?'.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening