Senin Pekan Biasa XXI, 28 Agustus 2017

1Tes 1: 2-10 + Mzm 149 + Mat 23: 13-22

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus berkata kepada para ahli Taurat: 'celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.

Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya'.

 

 

Meditatio

Setelah Yesus mengingatkan para muridNya agar tidak mengikuti perbuatan kaum Farisi dan para ahli Taurat, Yesus langsung mengecam mereka para ahli Taurat dan para ahli kitab: 'celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk'. Yesus langsung menuduh mereka sebagai orang-orang munafik, sebab mereka hanya omong saja tetapi tidak melakukan, bahkan mereka menghalang-halangi orang-orang yang ingin menikmati keselamatan. Sepertinya mereka hanya  ingin mencari upah dari sesama manusia, mereka melakukan segala sesuatu supaya dilihat orang, tetapi tidak mau mendapatkan upah dari Bapa di surga (Mat 6).

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang'. Mereka tidak saja menghalang-halangi sesamanya menikmati keselamatan, tetapi juga membuat orang lain sengsara. Mereka berdoa melebar ke sana kemari. Bukankah mereka itu tidak ubahnya orang-orang yang tak mengenal Allah? Bagaimana mungkin orang tak mengenal Allah dapat meminta sesuatu dari Allah? 'Kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat', tegas Yesus. Mereka yang menyengsarakan umatNya akan mendapatkan hukuman.

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri'. Mereka mentobatkan banyak orang, karena mereka beranggapan kuat, bahwa bangsa Israel adalah bangsa terpilih. Mereka yakin juga, bahwa Allah satu-satunya Allah yang mahakuasa. 'Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini' (Yes 45: 5-7). Iman inilah yang disampaikan kepada banyak orang, dan memang sungguh benar. Hanya saja setelah mereka percaya, para pengajar inilah yang merusak mereka. Mereka menjadikan orang-orang yang baru bertobat itu bersikap dan bertindak seperti diri mereka.

Kiranya pengalaman para ahli kitab dan kaum Farisi menjadi peringatan bagi Paulus dalam mewartakan Injil Kerajaan Allah. 'Injil yang kami wartakan kepada kamu, bukan dengan kata-kata saja, melainkan dalam kekuatan dalam Roh Kudus.  Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir' (1Kor 1: 5-9). Paulus dengan hati-hati selalu dalam mengajar umatNya, dan malah mereka meminta agar mereka tetap setia. Paulus tidak mau mencari keuntungan dari orang-orang yang telah dipercayakan kepadanya.

'Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?'. Mereka berkata demikian, karena mereka mencari keuntungan. Mereka malah mengukur kehebatan sumpah itu berdasarkan persembahan yang mereka hunjukkan. Sekali lagi mereka mencari keuntungan dari persembahan itu. Yesus mengingatkan: 'barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya'.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami pelaku sabdaMu yang setia, yang mampu berbuat untuk kepentingan orang lain tanpa mengharapkan balasan, serta tidak menjadi batu samdungan bagi orang-orang yang ingin datang kepadaMu. Dampingi dan sertailah kami, agar terus mampu berkarya demi kemuliaan namaMu. 

Santo Agustinus, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang.'

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening