Jumat Pekan Biasa XXIV, 22 September 2017

1Tim 6: 2-12 + Mzm 49 + Luk 8: 1-3

 

 

Lectio

Ketika itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,  dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

 

 

Meditatio

Ketika itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Yesus mewartakan terus Injil Kerajaan Allah, karena memang untuk itulah Aku datang ke dunia (bdk Luk 4: 43). Yesus tidak mau berhenti di suatu tempat, dan meminta orang datang kepadaNya, malah sebaliknya Dia pergi berkeliling untuk mencari dan mencari domba yang hilang. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,  dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Ada sesuatu yang menarik yang kiranya perlu diperhatikan, bahwasannya ada banyak perempuan yang mengikutiNya. Mengapa beberapa orang laki-laki, selain para murid tidak disebutkannya? Tak dapat disangkal kaum hawa disebut secara istimewa, karena pengaruh budaya patriakhal. Bukankah yang makan pergandaaan roti juga disebut belum terhitung mereka kaum perempuan dan anak-anak? Mengapa hanya mereka yang baru disembuhkan yang kebanyakan mengikuti Yesus? Apakah mereka mengikuti hanya karena merasa diberi dan mendapatkan sesuatu daripadaNya?

Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Mengapa mereka merelakan harta bendanya? Apakah mereka sadar sungguh, bahwa 'kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Maka asal ada makanan dan pakaian, cukuplah', sebagaimana dikatakan Paulus dalam suratnya kepada Timotius?  Tak dapat disangkal memang, 'akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka' (1Tim 6: 2-12).

Kita tidak termasuk kaum perempuan yang mengikuti Yesus dengan segala kekayaanya itu. Kita ini sepertinya biasa-biasa saja mengikuti diriNya. Kita tidak menampakkan aneka kegiatan yang spektakuler dalam beriman kepadaNya. Itu benar. Namun kita hendaknya juga tidak berpangku tangan dalam menikmati hidup ini. Paulus dalam surat yang sama mengusulkan: 'kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.  Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal'.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau datang mencari domba-dombaMu yang tersesat dan hilang. Kami bersyukur atas anugerahMu ini, kami Kau selamatkan. Kami juga mau berbagi kepada sesama dengan apa yang bisa dan apa yang kami miliki sebagai ungkapan syukur kepadaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening