Kamis Pekan Biasa XXII, 7 September 2017


Kol 1: 9-14 + Mzm 98 + Luk 5: 1-11

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Hanya dari atas perahu memang Yesus dapat mengajar dengan leluasa dan bebas dari himpitan banyak orang yang mendengarkanNya. Bukankah di pantai tanahnya datar dan landai? Tak dapat disangkal, kemungkinan juga banyak orang ingin mendekati Dia dan menjamah jubahNya guna mendapatkan mukjizat daripadaNya.

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: 'bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan'. Mengapa tiba-tiba Yesus meminta muridNya menangkap ikan? Pasti Yesus sudah tahu apa yang terjadi di antara orang-orang yang mendengarkanNya. Minimal Yesus mempunyai intensi khusus dengan permintaanNya itu. Simon menjawab: 'Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga'.  Inilah ketaatan seorang murid terhadap Guru. Simon Petrus sempat memberi alasan kemungkinan besar dia merasa lebih tahu mencari ikan daripada sang Guru yang memang berasal dari Nazaret, dan bukan seorang nelayan. Yesus adalah Anak tukang kayu.

Setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Kita dapat membayangkan peristiwa saat itu pasti ramai dan ributnya, bukan untuk berebut melainkan menikmati keagungan Tuhan Allah yang dihadirkan oleh Yesus. Sebab bukankah mereka semua pasti tahu, bahwa sepanjang malam mereka bekerja keras tetapi tidak menangkap apa-apa. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: 'Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa'. Simon Petrus merasakan dirinya tak layak dan pantas, sebab memang sebelumnya dia merasa bahwa dirinya lebih tahu dari sang Guru, yang adalah anak tukang kayu. Orang desa Dia. Simon tidak terpikirkan untuk mendirikan kemah di pantai itu agar mendapatkan tangkapan ikan yang lebih banyak lagi. Demikianlah semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon.

'Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia', sahut Yesus kepada mereka semua. Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. Mereka tidak memperhitungkan hasil yang diperoleh. Mereka semua meninggalkan segalanya dan mengikuti Kristus. Apakah mereka tahu apa maksudnya menjala manusia, kiranya tidak terpikirkan mereka. Mengikut Yesus keputusanku, mungkin kata-kata itu yang dinyanyikan para murid.

Apakah kita juga sudah berkata-kata seperti para murid? Paulus sadar akan kelemahan dan keterbatasan kita orang-orang yang percaya kepadaNya. Paulus berdoa agar kita semua menerima kiranya hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, supaya hidup kita layak di hadapanNya dan berkenan di hatiNya (Kol 1: 10-11). Kita pun hendaknya semakin memperkuat semangat doa dan kemauan untuk melaksakan segala perintahNya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau tahu segala kebutuhan kami dan tak pernah terlambat pertolonganMu. Kami mohon, teguhkanlah iman kami kepadaMu, agar semakin berani mengandalkan Engkau di manapun dan dalam situasi apapun. Terima kasih ya Yesus. Amin

 

Contemplatio

'Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan'.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening