Minggu Pekan Biasa XXVI, 1 Oktober 2017

Yeh 18: 25-28 + Fil 2: 1-5 + Mat 21: 28-32

 

 

Lectio

Ketika itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.  Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

 

 

Meditatio

Ketika itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'apakah pendapatmu tentang ini: seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.  Jawab anak itu: baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?'. Sebuah perumpamaan yang amat mudah tentunya untuk dijawab. Dan benar, mereka pun langsung menjawab: 'yang terakhir'.

'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus mulai memberi pengajaran dengan perumpamaan tadi, 'sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah'. Mengapa?  'Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya, tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya'. Kepercayaan mendatangkan keselamatan, walau mereka tidak melihat dan melihat. Keselamatan tidak bergantung seseorang melihat secara inderawi, melainkan hanya dengan kepercayaan. Kalau pun para pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal pada awalnya mereka melawan kebaikan dan anjuran Tuhan Allah, mereka tokh bertobat dan percaya kepadaNya. Pertobatan mengarahkan seseorang yang antipati kepada Allah menjadi orang-orang yang percaya kepadaNya. Pertobatan adalah transformasi kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan.

Apa yang dilakukan kaum pemungut cukai memang telah diramalkan jauh-jauh sebelumnya oleh nabi Yehezkiel: 'kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati' (Yeh 18: 27-28). Tidaklah demikian dengan para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, yang memang adalah 'orang-orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga mereka mati, mereka harus mati karena kecurangan yang dilakukannya'.

Kita bukanlah orang-orang pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal; kita pun juga bukan para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Apa yang dapat kita buat? Paulus dalam suratnya menyarankan kita: 'hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan' (Fil 2: 1-5).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, sabdaMu hari ini kiranya semakin meneguhkan iman kami, berani berbalik dan mengikuti Engkau. Sebab hanya Engkaulah sumber keselamatan kami, hanya di dalam Engkau ada kasih dan sukacita. Amin

 

 

Contemplatio

'Sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening