Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, 8 September 2017

Mik 5: 1-4 + Mzm 13 + Mat 1: 1-16

 

 

Lectio

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

 

Meditatio

Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Dari silsilah ini Maria tidak tercatat sebagai seorang yang melanjutkan sejarah keselamatan. Maria sepertinya hanya ditambahkan begitu saja pada diri Yusuf. Maria tidak menjadi tokoh penting dalam silsilah keturunan yang diawali semenjak Abraham, bapa leluhur bangsa Israel, orang-orang yang terpilih. Namun tak dapat disangkal, tersurat Marialah yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Maria tidak termasuk dalam silsilah keturunan bangsa terpilih, tetapi Maria menempati posisi penting sebagai seseorang yang melahirkan Yesus. Dialah yang sepertinya dipersiapkan sebagai seseorang yang berani menerima kehadiran Yesus. Jawaban Maria memberi kepastian, bahwa dia tetap setia pada tugas perutusan yang telah dikehendaki Allah. Ada kesempatan bagi Maria untuk berubah. Bukankah dia mempunyai kehendak bebas yang dikuatkan oleh akal budi yang kuat? Maria tetap berani memilih yang terbaik, walau dia tidak mengerti jelas tentunya segala yang dikehendaki oleh Allah. Maka benarlah apa yang pernah disampaikan Yesus sendiri kepada Simon Petrus yang pernah mengatakan: 'berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga' (Mat 16: 17). Demikian apa yang dialami oleh Maria, yang tidak hanya mengandalkan kekuatan insani seorang manusia.

Dia, 'yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala' akan turun secara nyata sebagai manusia, sama seperti kita 'waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan-Nya'. (Mi 5: 1-2). Sebab memang Dia datang ke dunia, bukan dijadikan, melainkan dilahirkan sebagaimana adanya. Dia menjadi manusia sejati, karena memang yang melahirkan Dia adalah juga seorang perempuan sejati, malah dia adalah 'seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat' (Gal 4: 4). Maka dengan pesta kelahiran Maria, kita Gereja diingatkan, bahwa Yesus Kristus itu sungguh Allah dan sungguh manusia, karena memang Dia dilahirkan seorang perempuan, yang dilahirkan sama seperti kita manusia pada umumnya. Kemurnian Yesus sebagai manusia dibenarkan oleh Maria yang juga dilahirkan oleh kedua orangtuanya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk berani meneladani sikap Maria, yang berani mengamini sabdaMu. Walaupun dirinya bukan siapa-siapa, tetapi dia mampu melakukan yang terbaik dan terindah dalam hidupnya. 

Santa Perawan Maria, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

'Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening