Pesta Salib Suci, 14 September 2017

Bil 21: 4-9 + Mzm 78 + Yoh 3: 13-17

 

 

Lectio

Dalam pembicraanNya dengan Nikodemus, Yesus berkata: 'tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'.

 

 

Meditatio

Dalam pembicaraanNya dengan Nikodemus, Yesus berkata: 'tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia'. Mengapa? Bukankah Surga adalah takhtaNya yang kudus? Bagaimana orang dapat menikmati kerajaan surga kalau Dia tidak berasal dari sana? Anak Manusia adalah sang Empunya kehidupan ini. Dia datang untuk menyelamatkan kita seluruh umatNya. Maka hanya Dia yang mampu naik ke surga dengan mulia. 'Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun (Bil 2: 4-9), demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'. Penyataan ini benar-benar menyambung penyataan Yesus tadi, bahwasannya ternyata setiap orang dapat menikmati kebahagian surga, kalau mereka percaya kepadaNya. Kepercayaan membuat seseorang dapat menikmati kemuliaan surgawi. Syaratnya, sekali lagi dengan percaya kepadaNya, bahwa Dialah yang ditinggikan di kayu salib guna keselamatan umat manusia.

'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'. Kedatangan Anak Manusia ke dunia hanya semata-mata karena kasih Allah kepada umat manusia, dan bukan sebaliknya karena jasa-jasa umatNya. Kerinduan Allah agar setiap orang menikmati hidup kekal bersamaNya inilah yang membuat Bapa mengutus AnakNya yang tunggal itu masuk dalam realitas dunia yang paling bawah guna menjadi tebusan bagi umat manusia. 'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'.

Kalau hari ini seluruh Gereja merayakan Pesta Salib Suci kembali kita diingatkan, bahwa dari salibNya yang kudus terpancar kekuatan yang hebat dan luar biasa. Sebab dari salibNya yang kudus Yesus menikmati sukacita surgawi, dan bukan dari aneka hal yang bukan salib. Semuanya mengingatkan, bahwa untuk menikmati sukacita bersama sang Guru, mau tidak mau harus berani memanggul salib. Barangsiapa mau mengikuti Aku, dia harus menyangkal diri dan memanggul salib kehidupan.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, begitu besar kasihMu kepada kami dan Engkau rela datang ke dunia menjadi manusia sehabis-habisnya demi keselamatan kami. Tetapi kami tidak menyadari itu dan sering menambah beban salibMu dengan dosa-dosa kami, maka ampunilah kami ya Yesus. Amin

 

Contemplatio

'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening