Pesta Santo Matius Rasul, 21 September 2017

Ef 4: 1-13 + Mzm 19 + Mat 9: 9-13

 

Lectio

Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.  Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.  Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.  Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

 

Meditatio

Suatu hari Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Yesus tentunya dengan kekuatan tertentu memanggil Matius, sehingga dia langsung mengikutiNya, walau kemungkinan Matius tidak tahu apa maksud panggilan Orang yang tidak dikenalnya itu. Mungkin sedikit mengira tentunya bahwa Dia yang memanggilnya ini adalah seorang Guru, karena beberapa orang mengikutiNya. Lagi entah apa yang membuat Matius begitu merunduk dan taat kepada Yesus, yang memang tidak dikenalnya. Adakah sesuatu yang amat menarik dan mempesona sehingga Matius langsung mengikuti Yesus?  

Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Ada acara apakah sehingga Yesus dan para murid datang untuk makan bersama di rumah Matius? Dan darimana diketahui, bahwa dari mereka yang makan bersama itu ada beberapa orang berdosa? Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa Gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?". Mengapa mereka tidak langsung menegur murid yang disapanya itu? Atau memang mengapa tidak langsung menegur sang Guru? Mereka bertanya seperti itu, karena amat janggal bagi mereka, bahwasannya seorang Guru berkumpul bersama-sama orang berdosa dan para pemungut cukai. Bukankah berarti Yesus pro pemerintah, penjajah dan anti dengan bangsaNya sendiri? Mereka juga sepertinya hendak berusaha menampar Guru dan para murid yang ternyata setara dengan para pemungut cukai dan kaum pendosa. Bukankah mereka semua sudah menyebut Yesus sebagai Guru, orang yang dituakan? Mengapa harus berkumpul dan makan bersama orang-orang yang dipinggirkan dan harus dijauhi?

"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit", tegas Yesus kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Yesus memang amat diperlukan oleh mereka yang berdosa dan merindukan keselamatan. Yesus pun malah secara sengaja memang datang untuk mencari yang hilang, yakni domba-domba Israel yang tercerai berai. "Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." Sebagaimana Yesus memperhatikan kaum pendosa karena belaskasihNya, demikian juga orang-orang yang percaya kepadaNya. Yesus menghendaki agar kita memang mudah memberi dan memberi, tetapi lebih dari itu kiranya penting untuk mempunyai belaskasih yang menjadi landasan dalam perhatian terhadap sesama. Apalah artinya kita dapat memberi kepada orang lain, kalau tidak ada belaskasih? Memberi tanpa belaskasih tidak ubahnya kita membuang barang yang tidak kita pakai lagi, karena kita memberi dari kelebihan dan bukan dari kekurangan.

'Allahlah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,  untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus' (Ef 4: 11-13). Matius tentunya adalah salah seorang rasul yang dimaksudkan Paulus. Matius  bukan saja mengamalkan pengenalannya terhadap Yesus, malah dia menuliskan pengamalannya itu sebagai kabar sukacita bagi orang-orang yang mendengarnya. Matius menuliskan Injil sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau sumber kehidupan, Engkau datang menyelamatkan setiap orang yang terpisah daripadaMu. Maka tolonglah kami agar mampu berbuat seperti yang Engkau sendiri ajarkan kepada kami. Setia pada sabdaMu dan melakukannya, supaya orang lainpun dapat menikmati sukacita dan keselamatanMu lewat karya dan pelayanan kami.

Santo Matius Rasul, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

'Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening