Rabu Pekan Biasa XXIII, 13 September 2017

Kol 3: 1-11 + Mzm 145 + Luk 6: 20-26

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."

 

 

Meditatio

'Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah', kata Yesus kepada para muridNya. Orang miskin yang mana? Tentunya mereka yang mengharapkan uluran belaskasih Allah sendiri. Sebab bukankah mereka yang hanya berharap kepadaNya akan beroleh belaskasihNya? Tentunya mereka yang miskin tapi menyempatkan diri berbuat jahat tidaklah menjadi empunya Kerajaan Allah.

'Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan'. Segala-galanya ada waktunya, ada batasnya. 'Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa'. Bukankah Tuhan sendiri tidak menghendaki umatNya mengalami derita? Allah menghendaki semua orang bahagia selalu. 'Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat'. Bukankah memang keselamatan tidak berasal dari tangan manusia? Apalah untungnya juga seseorang beroleh seluruh dunia, tapi kehilangan nyawanya. 'Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga'. Barangsiapa bertahan sampai akhir akan beroleh selamat. Sebaliknya mereka yang mencela dan membenci kamu itu tak ubahnya seperti 'nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi',

'Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu', tegas Yesus. Apakah semua orang kaya akan mengalami seperti itu? Minimal tentunya orang-orang yang bersikap dan bertindak seperti anak muda yang kaya akan mengalami kebinasaan.  'Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar'. Bukankah kalian itu seperti tuan rumah di mana Lazarus yang mengerang sakit yang duduk di pintu gerbang, dan engkau berdiam diri dan tak mau tahu? 'Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis'. Sebab engkau tidak tertawa dengan penuh sukacita, sebaliknya engkau menertawakan orang lain, dan membiarkan mereka celaka dan bersengsara. 'Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu'. Karena kamu hanya mencari kepuasan diri, dan kamu tak segan-segan tebar pesona hanya untuk mendapatkan pujian dari orang lain, bahwa kamu telah berjasa, padahal kemunafikan menyelimuti jiwamu.

Paulus dalam bahasanya sendiri menerjemahkan keinginan Yesus tadi dengan berkata: 'carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi'. Kita boleh saja tertawa, bekerja atau pun aneka kesibukan lain, tetapi hendaknya kita tidak tenggelam dalam kesibukan sehari, tetapi tetap mengarahkan perhatian kepada sang Pemberi kehidupan itu sendiri. Bukankah keselamatan ada di dalam tanganNya? 'Matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah' (Kol 3:6-9), tegas Paulus kepada mereka orang-orang yang telah percaya kepada Kristus.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ada begitu banyak tantangan dalam mengikuti Engkau, tetapi Engkau tidak pernah membiarkan anak-anakMu menderita, bahkan Engkau menjanjikan yang indah pada waktunya bagi yang percaya dan melakukan kehendakMu. Maka bantulah kami agar mampu melakukan yang terbaik dan mengarahkan hidup kami kepadaMu. Amin

 

Contemplatio

'Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening