Sabtu Pekan Biasa XXI, 2 September 2017

1Tes 4: 9-11 + Mzm 98 + Mat 25: 14-30

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus bersabda kepada orang-orang yang mendengarkanNya: 'sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi'.

 

 

Meditatio

'Hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat'. Tuannya amat baik. Dia memberi dan memberi, walau tak dapat disangkal, setiap orang diberinya berdasar kemampuan dan kesanggupannya.

'Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta'. Ini hamba yang bertanggungjawab, juga  hamba yang menerima dua talenta.  Dia siap menerima, maka siap sedia juga melakukan segala kewaijibanya; dan tuannya pun menanggapinya dengan berkata: 'baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'. Orang yang bertanggungjawab akan menikmati sukacita bersama sang pemberi. Demikian tentunya, barangsiapa yang bertanggungjawab kepada Tuhan, bukankah Tuhan sendiri juga memintanya: 'setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah' (Roma 14: 12). Paulus dalam suratnya kepada umat di Tesalonika juga mengingatkan agar setiap orang benar-benar bertanggungjawab atas persoalan yang diterimanya.  'Kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya. Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu' (1Tes 4: 10-11).

'Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: ini, terimalah kepunyaan tuan!'. Apakah hamba satu ini berubah pikiran? Sebab bukankah semua diberi berdasarkan kemampuan dan kesanggupannya? Mengapa sekarang dia berbalik mengecam keras sang tuan yang mempercayainya? Menanggapi tuduhan hambanya, tuan itupun berkomentar: 'hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya'. Sang tuan tidak mempersalahkan tuduhan hambanya. Dia hanya menyayangkan mengapa dia tetap memegang dana yang dimilikinya, bila dia tidak mempercayai tuannya. Apakah tantangan sang tuan ini dapat kita kenakan pada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan? Kalau kita masih percaya kepada Tuhan Allah, mengapa kita tidak melakukan perintah dan kehendakNya? Kalau perintah-perintah Tuhan menjadi beban kehidupan, mengapa kita tidak meninggalkan Tuhan Allah sang Empunya keselamatan?

'Ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'. Orang yang bertanggungjawab akan mendapatkan kepercayaan yang lebih besar lagi, dan lebih dari itu dia diminta masuk dan turut dalam kebahagiaan Tuhan sang Empunya kehidupan.

 

Oratio

Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu mengembangkan setiap talenta yang Kau percayakan kepada kami, agar semakin berkembang dan dinikmati banyak orang. Amin

 

Contemplatio

'Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening