Sabtu Pekan Biasa XXII, 9 September 2017

Kol 1: 21-26 + Mzm 54 + Luk 6: 1-5

 

 

Lectio

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

 

Meditatio

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Mengapa para murid melakukan hal itu? Apakah sekedar iseng saja, karena melewati ladang gandum? Atau memang karena lapar, sehingga mereka memetik bulir gandum? Namun seberapa banyaklah yang dapat diambil untuk mengganjal perut mereka. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: 'mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?'. Tahu juga mereka ini akan segala yang dilakukan oleh Yesus bersama para muridNya. Apakah memang mereka terus mengamat-amati? Apakah memang dilarang sungguh oleh hukum Taurat yang dilakukan oleh para murid, kalau memang mereka sekedar iseng makan bulir gandum? Mereka tidak menegur, mengapa kalian tidak pergi ke bait Allah untuk berdoa di hari Sabat, melainkan hanya; mengapa mereka memetik bulir gandum dan menggisarnya di hari Sabat.

'Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?', sahut Yesus menanggapi komentar orang-orang Farisi. Yesus sepertinya tidak mempersoalkan boleh tidaknya mereka memetik bulir gandum, melainkan menantang mereka semua untuk memahami mengapa mereka memetik bulir gandum di hari Sabat. Apakah Yesus mengijinkan adanya pelanggaran terhadap suatu peraturan hidup? Tidak! Yesus mengajak orang-orang Farisi, kita semua tentunya, untuk berani memahami situasi dan kondisi orang lain. Yang kedua, kiranya semakin memahami adanya aneka kualitas aturan hidup bersama: ada aturan pokok dan ada banyak aturan tambahan, yang menjabarkan peraturan-peraturan pokok.

'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'. Penegasan Yesus ini kembali menegaskan, bila para murid fatal melanggar aturan hari Sabat pasti Tuhan Yesus akan menegur mereka terlebih dahulu daripada kaum Farisi. Sabat dipersembahkan oleh Israel sebagai bentuk penghormatan dan penyembahan kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan yang sekarang ini hadir secara nyata di tengah-tengah umatNya. Sabat bukanlah sebuah hari di mana orang tidak boleh melakukan ini dan itu. Sabat juga bukan mengurung seorang manusia, umat Allah dengan aneka aturan, atau malah duduk manis dalam bait Allah yang membelenggu mereka. Paulus malah menegaskan, hendaknya kita ini 'bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, sebab kita sekarang ini telah  diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, dan  menjadikan kita kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya' (Kol 1: 22-23).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, sabdaMu hari ini mengajarkan kami untuk tidak kaku pada hukum dan aturan yang berlaku umum, tetapi bagaimana kami dapat memahami kondisi dan situasi seseorang sehingga kami tidak mudah menghakimi. Terima kasih ya Yesus untuk sabdaMu yang selalu meneguhkan hidup kami. Amin

 

Contemplatio

'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening