Selasa Pekan Biasa XXII, 5 September 2017


1Tes 5: 1-6 + Mzm 27 + Luk 4: 31-37

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar." Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mengapa Yesus begitu tertarik mengajar di Kapernaum? Mengapa tidak di kota-kota lain? Apakah memang Yesus mengharapkan sungguh pertobatan dari mereka? Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Apakah pengajar lain tidak mengajar dengan penuh kuasa? Yesus memang benar-benar seorang Kharismatik.

Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan. Bagaimana dia bisa masuk ke tempat ibadat itu? Apakah orang-orang tidak mengenal dia? Atau memang sengaja dibiarkan masuk oleh mereka semua? Kemudian ia berteriak dengan suara keras: 'hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'. Hebat kali orang satu ini. Dia tahu bahwa Yesus adalah Yang Kudus dari Allah. Orang Nazaret sendiri tidak tahu siapakah Yesus. Dia juga tahu, bahwa Yesus datang hendak membinasakan mereka, kuasa kegelapan. Dia lebih tahu daripada Petrus, sebagaimana kita renungkan dalam Injil Minggu kemarin, yang memang tidak tahu bahwa Yesus harus menderita dan wafat di Yerusalem.

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: 'diam, keluarlah dari padanya!'. Yesus tahu benar siapakah yang berteriak itu. Yesus tahu, bahwa kuasa kegelapan ada dalam diri satu orang itu. Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Yesus tidak membinasakan kuasa kegelapan itu. Apakah memang belum waktunya? Yesus membiarkan kuasa itu lari begitu saja. Namun semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: 'alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar'. Yesus benar-benar tampil sebagai Seorang yang penuh kuasa. Dia benar-benar Yang Kudus dari Allah, karena memang Dialah Allah yang menjadi manusia. Dialah Penguasa kehidupan ini. Dia berkuasa atas mati dan hidup. Yesus mengusir kuasa kegelapan karena Dia tidak mau umatNya hidup dalam derita dan terselimuti kuasa kegelapan. Paulus sadar sungguh akan kehendak Allah ini, maka dia berkata kepada umatnya di Tesalonika: 'Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia' (1Tes 5: 9-10). Bukankah bagi anak-anak terang hari-hari Tuhan itu tidak datang secara mendadak, karena memang kita adalah milikNya, orang-orangNya yang kudus?

Tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkaulah Mesias sang Empunya kehidupan, Allah yang menjadi manusia. Engkau tidak menghendaki umatMu hidup dalam kuasa kegelapan, Engkau datang demi keselamatan umat manusia. Maka ampunilah kami ya Yesus, yang sering kali tidak mampu mengenali, bahkan menolak Engkau. Amin

 

Contemplatio

'Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar'.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening