Selasa Pekan Biasa XXIII, 12 September 2017

Kol 2: 6-15 + Mzm 145 + Luk 6: 12-19

 

 

Lectio

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. 

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. 

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

 

 

Meditatio

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Seorang Yesus berdoa dan berdoa. Bukan saja satu dua jam, melainkan semalam-malaman. Apakah yang dipanjatkan Yesus dalam doaNya sehingga semalam-malaman berdoa dan berdoa? Masih perlukah Yesus berdoa? Kalau Yesus saja masih perlu berdoa, apalagi kita ini orang-orang berdosa. Yesus tentunya berkomunikasi dengan Bapa di surga dalam doa-doaNya. Bukankah Dia selalu menegaskan, bahwa Aku datang hanya untuk melakukan segala kehendak Bapa yang mengutus Aku?

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya Rasul. Kenapa duabelas orang? Tentunya Yesus ingin melanjutkan keduabelas suku Israel sebagaimana yang telah tercatat dalam sejarah Israel. Duabelas murid inilah yang juga akan menghakimi kedua belas suku Isreal.  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Mengapa Yesus memilih mereka ini? Mengapa tidak yang lain? Mereka ini tentunya juga bukan orang-orang sempurna. Simon saja sampai disebutNya Petrus. Apakah dia seorang yang tangguh atau keras kepala? Yesus yang tahu. Yesus pun secara sengaja memilih Zelot, seorang nasionalis bangsa Yahudi. Bahkan Yesus memilih Yudas Iskariot. Apakah Yesus secara sengaja hendak mengubah panggilan Yudas untuk menjadi orang yang setia? Keputusan ada pada pihak setiap orang yang dipanggilNya.

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Adakah kesepakatan mereka sehingga mereka berkumpul di satu tempat? Tahu dari mana mereka, bahwa Yesus akan lewat tempat mereka? Sekali lagi, kehadiran Tuhan memang selalu diketahui oleh orang-orang yang mencariNya. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Ada banyak maksud orang-orang datang kepada Yesus. Semua ingin mendapatkan sesuatu yang indah daripadaNya. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia. Asal kujamah saja jubahNya, aku pasti sembuh. Itulah sepertinya keyakinan banyak orang. Mereka berani menjamah Yesus, karena mereka yakin ada kuasa yang keluar dari pada-Nya, dan sungguh semua orang itu disembuhkan-Nya.  Yesus menjadikan semuanya baik adanya.

Apakah kita juga orang-orang yang dipilih Kristus Yesus? Ya benar, kita harus tegas berani berkata seperti itu. Kita malah 'telah disunat oleh sunat Kristus'. Jawaban seperti itu adalah wujud kepercayaan diri kita dalam beriman kepada Kristus. Paulus malah mengajak kita untuk tetap setia dalam mengikuti Kristus Tuhan. 'Hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus' (Kol 2: 6-8).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kehadiranMu selalu dirindukan dan mendatangkan hal yang indah bagi setiap orang. Maka ajarilah kami, agar mampu menjadi pembawa sukacita bagi sesama di manapun kami berada. Amin

 

Contemplatio

'Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening