Senin Pekan Biasa XXII, 4 September 2017


1Tes 4: 13-17 + Mzm 96 + Luk 4: 16-30

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?" Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!" Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.  Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

 

Meditatio

'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'. Kutipan nabi Yesaya inilah yang dibaca Yesus ketika Dia masuk bait Allah di Nazaret, tempat Dia dibesarkan. Pasti ada kesengajaan Allah agar Yesus membacakan kutipan Yesaya itu. Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Semua orang seperti tercengang waktu mendengarkan Yesus membacakan kutipan itu. Apakah Yesus sekedar membaca atau menegaskan sebenarnya siapakah diriNya itu?

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: 'pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya'. Yesus sengaja menegaskan dalam pengajaranNya, bahwa yang dinubuatkan dalam kitab Yesaya adalah diriNya. Aku datang untuk menggenapi kitab Taurat dan kitab para Nabi. Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya. Mereka terperangah, dan oleh kuasa Roh Kudus tentunya semua orang membenarkan Dia, sebab Dia memang mengajar dengan penuh kuasa dan wibawa.

'Bukankah Ia ini anak Yusuf?', celoteh beberapa orang dari tengah-tengah mereka. Bukankah Dia ini Anak tukang kayu? Mendengar komentar mereka Yesus pun langsung menanggapi: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya'. Benar juga apa yang dikatakan Yesus ini. Sebab bukankah setiap orang melihat keseharian orang-orang yang ada di sekitarnya? Orang mudah terkenal di daerah orang lain, yang tidak melihat kesehariannya; dan banyak orang percaya dengan orang-orang seperti itu, karena mereka ini menampilkan yang indah dan patut dikagumi. Yesus malah mempertajam persoalan dengan berkata: 'tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!'. Yesus sendiri menyadari, bahwa banyak hal telah dikerjakanNya di Kapernaum, dan bukan di Nazaret. Apakah Yesus tidak percaya juga terhadap orang-orang yang ada di sekitarNya? Apakah Yesus takut juga dikomentari tetangga kanan kiriNya?

'Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu'. Yesus malah sepertinya menyatakan ketidaklayakan orang-orang sekitarNya menerima segala yang baik dan indah daripadaNya. Yesus langsung menyentuh persoalan yang terjadi pada bangsa Israel, orang-orang pilihan Allah, bangsa yang kudus, umat Allah sendiri. Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka semua amat tertampar dengan penyataan Yesus. Mereka tahu benar siapakah bangsa terpilih itu, yakni diri mereka semua.

Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi. SaatNya belum tiba, maka dengan mudahnya Yesus dapat menghindar dari tengah-tengah orang-orang yang dikasihiNya. Bukankah kematian Yesus bukanlah kematian sia-sia? Bukankah kematian Yesus adalah penebusan terhadap seluruh umat manusia. Maka Paulus dalam suratnya hari ini juga mengingatkan bahwa barangsiapa meninggal dalam Yesus Kristus juga akan menikmati kebangkitan bersama Dia dan dikumpulkan oleh Allah bersamaNya (1Tes 4: 14).

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau datang untuk menyelamatkan tidak hanya umat pilihanMu, tetapi setiap orang yang percaya kepadaMu. Seringkali kami tegar tengkuk dalam mengikuti kehendakMu, dampingi dan ajarlah kami agar mampu memahami sabdaMu dan melaksanakannya dalam hidup kami. Amin

 

Contemplatio

'Pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu'.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening