Hari Raya Semua Orang Kudus, 1 November 2017

Why 7: 2-14 + 1Yoh 3: 1-3 + Mat 5: 1-12

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus sedang mengajar,  kataNya: 'berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu'.

 

 

Meditatio

'Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah', kata Yohanes yang merasakan, sungguh betapa besar kasih Allah terhadap kita umat manusia (1Yoh 3: 1-3) . Kita yang adalah manusia ciptaanNya, tetapi mendapat anugerah yang  luar biasa yakni satu kodrat dengan Allah, sebagai anak-anakNya yang kudus dan mulia itu. Kita orang, bukan saja tercipta sebagai secitra dengan Dia sang Empunya kehidupan, malah sekarang ini menjadi putera-puteri Bapa di surga berkat kehadiran sang anak Manusia ke tengah kita. Dia menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia, dan semua orang dimungkinkan, diberi keselamatan dan diundang menjadi anak-anak Allah.

'Saudara-saudaraku yang kekasih', tegas santo Yohanes dalam suratnya yang sama itu, 'sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya'. Penegasan Yohanes mengingatkan kita semua, bahwa dengan pengangkatanNya sebagai anak-anakNya yang kudus, kita tetap hidup seperti sekarang ini.  Kita makan dan minum, kita merasa capek dan lelah. Kita masih terikat oleh aneka hukum alam. Namun semuanya ini memurnikan kerinduan kita akan keselamatan, yang kelak akan kita nikmati secara utuh ketika kita bersemuka dengan Dia.

Apakah ada orang-orang yang sudah menikmati semua yang indah itu, atau masih berupa janji yang belum terealisir? Ada! Mereka adalah para kudus yang kini menikmati kemuliaan surgawi. Mereka telah menikmati kemuliaan surgawi, karena begitu berani mengamini sabda dan kehendak Tuhan selama hidupnya. Aneka tantangan dan rintangan dilaluinya dengan penuh semangat kasih.  'Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba' (Why 7: 14), kata kitab Wahyu yang membahasakan siapakah mereka itu. Sabda bahagia Yesus dilaksanakannya dengan penuh sukacita.

'Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu'.

Semuanya ini telah dilakukan oleh para kudus, yang termasuk di antara mereka itu berasal dari orang-orang yang ada di sekitar kita. Mereka telah menikmati kemuliaan surgawi, walau tidak pernah mendapatkan gelar kudus. Mereka bukanlah orang-orang yang selalu bertepuk tangan dengan tangannya, melainkan terlebih mereka bersukacita selalu dengan hatinya itu. Mereka berani bersikap dan bertindak demikian, karena 'menaruh pengharapan kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci'.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur karena anugerahMu yang besar bagi kami, Kau tebus dan angkat kami menjadi anak-anakMu agar dapat menikmati keselamatan dan kemuliaan surgawi kelak.

Para Orang Kudus doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

'Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah',

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening